Tanda Seharusnya Anda Tidak Menjalani Diet Puasa atau Intermittent Fasting

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 01 April 2021 | 07:26 WIB
Tanda Seharusnya Anda Tidak Menjalani Diet Puasa atau Intermittent Fasting
Ilustrasi diet puasa (Foto: shutterstock)

Suara.com - Beberapa penelitian telah mengaitkan intermittent fasting atau diet puasa dengan banyak manfaat kesehatan, seperti penurunan berat badan hingga mengontrol gula darah.

Namun, para ahli juga memperingatkan bahwa ada batasan dalam setiap penelitian yang dilakukan. Menurut mereka, tidak makan walau dalam beberapa saat juga dapat memiliki efek samping.

Menyadur Insider, para ahli memperingatkan kelompok orang ini dalam menjalani diet puasa atau intermittent fasting:

1. Punya riwayat makan tidak teratur

Ahli diet terdaftar dan pemilik podcast Food Psych Christy Harrison, mengatakan secara sengaja membatasi makan selama beberapa jam dalam sehari atau pada hari-hari tertentu dalam seminggu dapat menjadi pemicu utama untuk pola makan tidak teratur.

"Sudah banyak orang yang makan berlebihan atau makan secara emosional karena puasa yang terputus-putus," katanya.

Jika sebelumnya Anda pernah mengalami masalah pola makan yang tidak teratur, menurut Christy sebaiknya konsultasikan dengan ahlinya sebelum diet puasa.

Ilustrasi diet
Ilustrasi diet (Shutterstock)

2. Siklus menstruasi kacau

Efek samping lain dari intermittent fasting akibat membatasi asupan kalori terlalu banyak adalah kurangnya energi yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi normal.

Bagi orang yang biasanya mengalami periode menstruasi bulanan, gangguan pada siklus adalah gejala yang jelas.

Wakil direktur Center for Weight Management and Wellness di Brigham and Women's Hospital, Caroline Apovian, menyarankan untuk berhenti diet puasa saat Anda mulai tidak mengalami menstruasi seperti biasanya.

3. Mengalami kelelahan, mual atau pusing

Apovian mengatakan jika Anda mulai merasa lelah sepanjang waktu, mual, pusing, atau pusing, itu bisa berarti Anda kurang makan.

Meski normal untuk mengalami periode penyesuaian saat mencoba diet baru, tetapi menderita gejala ini selama lebih dari satu atau dua minggu dapat menjadi tanda bahwa tubuh Anda tidak beradaptasi dengan baik.

Jika salah satu gejalanya parah, sebaiknya segera hentikan diet puasa. Efek samping yang lebih berisiko seperti pingsan atau perubahan tekanan darah terkadang terjadi dengan bentuk puasa yang lebih ekstrim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi Populer, Benarkah Diet Puasa Intermiten Cepat Turunkan Berat Badan?

Lagi Populer, Benarkah Diet Puasa Intermiten Cepat Turunkan Berat Badan?

Health | Rabu, 24 Maret 2021 | 13:30 WIB

Studi: Diet Puasa Merupakan Resep Ideal untuk Kesehatan Jangka Panjang

Studi: Diet Puasa Merupakan Resep Ideal untuk Kesehatan Jangka Panjang

Health | Minggu, 25 Agustus 2019 | 20:50 WIB

Mengenal Cara Diet Puasa ala Chris Pratt untuk Turunkan Berat Badan

Mengenal Cara Diet Puasa ala Chris Pratt untuk Turunkan Berat Badan

Health | Kamis, 13 Desember 2018 | 20:23 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB