Deretan Fakta tentang Donor Darah, Tak Boleh Terlalu Sering, lho!

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 05 April 2021 | 09:27 WIB
Deretan Fakta tentang Donor Darah, Tak Boleh Terlalu Sering, lho!
Ilustrasi perempuan melakukan donor darah (Shutterstock)

Suara.com - Donor darah tidak hanya menjadi kegiatan mulia yang dapat menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga bagus untuk kesehatan.

Kepala petugas medis di New York Blood Center, Bruce Sachais, mengatakan orang dapat mendonorkan darahnya setiap 56 hari atau enam kali setahun.

"Sebab, tubuh membutuhkan empat hingga delapan minggu untuk mengganti sel darah merah. Di sisi lain Anda dapat mendonasikan trombosit dan plasma lebih sering," tutur Sachais, dilansir Insider.

Trombosit merupakan sel darah yang membentuk gumpalan untuk menghentikan pendarahan, dan plasma adalah bagian cair dari darah yang membawa protein dan penting untuk pembekuan darah.

"Trombosit dapat disumbangkan hingga 24 kali setahun dan plasma hingga 12 kali setahun," sambung Sachais.

Donor darah di LTC Glodok, Jakarta, Sabtu (16/9).
Ilustrasi donor darah (Suara.com)

Anda dapat melakukannya lebih sering karena tubuh mengganti plasma dan trombosit lebih cepat daripada sel darah merah.

Aktivitas donor darah juga sangat aman dilakukan. Namun, jika terlalu sering mendonor, Anda mungkin mengalami anemia, suatu kondisi di mana darah tidak memiliki cukup sel darah merah.

"Itulah salah satu alasan utama mengapa kami memeriksa kadar hemoglobin pendonor, untuk memastikan kadar hemoglobin cukup tinggi," jelas kepala petugas medis dari Stanford Blood Center, Tho Pham.

Tetapi tidak semua orang dapat menjadi pendonor. Faktornya adalah:

  • Kehamilan

Orang hamil tidak dapat mendonorkan darah karena mereka membutuhkan zat besi tambahan dan wanita hail cenderung mengalami anemia ringan.

Mereka harus menunggu enam bulan setelah melahirkan sebelum mereka dapat mendonorkan darah dengan aman.

  • Orang bertato

Jika Anda baru saja mendapat tato di fasilitas bersitifikat dan menggunakan jarum steril atau tinta baru, Anda dapat mendonorkan darah tanpa masalah.

Namun jika tidak, Anda harus menunggu tiga bulan untuk meminimalkan risiko penyebaran infeksi yang dapat ditularkan melalui transfusi seperti sifilis atau HIV.

  • Pengobatan

Obat tertentu membuat Anda tidak memenuhi syarat untuk menjadi pendonor sementara waktu, dan masa tunggu setelah dosis terakhir tergantung pada obat yang dikonsumsi.

Anda dapat melakukan donor darah langsung di PMI atau rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Donor Darah? Hindari 5 Makanan Ini

Ingin Donor Darah? Hindari 5 Makanan Ini

Your Say | Sabtu, 20 Maret 2021 | 15:11 WIB

Videografis: Amankah Donor Darah, Usai Suntik Vaksin Covid-19?

Videografis: Amankah Donor Darah, Usai Suntik Vaksin Covid-19?

Video | Jum'at, 12 Februari 2021 | 13:00 WIB

Bolehkah Donor Darah setelah Vaksin Covid-19? Ketahui Aturannya!

Bolehkah Donor Darah setelah Vaksin Covid-19? Ketahui Aturannya!

Health | Minggu, 24 Januari 2021 | 14:15 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB