Kapan Bisa Mulai Kasih Pendidikan Seks Ke Anak? Ini Saran Dokter

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 05 April 2021 | 19:05 WIB
Kapan Bisa Mulai Kasih Pendidikan Seks Ke Anak? Ini Saran Dokter
Pendidikan Seksual. (Shutterstock)

Usia 9 sampai 12 tahun 

Pada rentang usia ini, kebanyakan anak sudah memasuki masa pubertas. Oleh sebab itu akan muncul berbagai perubahan pada fisik anak. Dokter Zidnie mengatakan, orangtua juga perlu menjelaskan berbagai perubahan yang terjadi itu agar anak tidak cemas, minder, atau pun takut terhadap yang dialami dalam tubuhnya.

"Pada usia ini juga sudah mulai bisa dikenalkan tentang infeksi menular seksual. Jadi misalnya tentang HIV atau AIDS. Penularan infeksi juga  dapat terjadi saat melakukan seksual, bila alat produksi seksual tidak aman tentu dapat terjadi infeksi menular seksual. Kemudian pada usia ini bisa dijelaskan atau diajarkan mengenai kehamilan jadi bahwa ada perempuan yang sudah menstruasi, laki-laki yang sudah mimpi basah, hal tersebut bisa terjadi proses kehamilan," paparnya.

Anak usia pubertas juga umumnya sudah mulai tertarik dengan lawan jenis. Dokter Zidnie menyarankan, orangtua memberitahu anak apa yang boleh dilakukan apa yang tidak boleh dilakukan dengan lawan jenis.

Usia 13 sampai 18 tahun 

Fase itu biasanya anak memiliki rasa ingin tahunya makin tinggi juga mendapatkan pengaruh dari teman-teman maupun info sekitar melalui internet. Karena itu pentingnya peran orangtua secara aktif dalam kegiatan anak juga menjadi pendengar bagi mereka.

"Bangun hubungan yang baik seolah-olah orang tua dan anak yang sudah remaja tidak sekedar hubungan orang tua dan anak, tapi hubungan sebagai sahabat. Sehingga dia akan lebih leluasa untuk menceritakan dan lebih nyaman menceritakan hal-hal lain terutama dengan topik seks," katanya.

Menurut dr. Zidnie, remaja seusia itu cenderung tertutup dengan orangtua. Sehingga pendekatan yang dilakukan juga disarankan lebih spesifik dan menjelaskan dengan bahasa yang gamblang. 

"Jadi pada pendidikan seks ini bisa lebih spesifik menjelaskan bahwa anak perempuan yang sudah mens bisa hamil, bahwa proses kehamilan itu dari masuknya penis ke vagina, dan bahwa perilaku seksual bisa menyebabkan infeksi menular seksual," jelasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doomscrolling Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Seks, Ini Sebabnya!

Doomscrolling Bisa Berdampak Buruk pada Hubungan Seks, Ini Sebabnya!

Health | Senin, 05 April 2021 | 17:40 WIB

Pendidikan Seks Sejak Dini Bisa Cegah Anak Jadi Korban Pelecehan

Pendidikan Seks Sejak Dini Bisa Cegah Anak Jadi Korban Pelecehan

Health | Senin, 05 April 2021 | 15:55 WIB

Buka Jasa Esek-esek Rp400 Ribu, Pemilik Kos Nakal Diciduk Polisi

Buka Jasa Esek-esek Rp400 Ribu, Pemilik Kos Nakal Diciduk Polisi

Bali | Jum'at, 02 April 2021 | 13:59 WIB

Terkini

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

About a Place in the Kinki Region Resmi Tayang di Indonesia, Seramnya Beda!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Praktis Lembapkan Kulit, Ini 5 Sunscreen Spray Ceramide untuk Skin Barrier

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Relevansi 'Lembaga Budi' Buya Hamka: Saat Kesopanan dan Etika Mulai Luntur di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Viva Pelembab Green Tea untuk Apa? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Viva Pelembab Green Tea untuk Apa? Intip Manfaat dan Review Pembeli

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Heboh Hakim MK Usir Ahli Gibran dari Ruang Sidang Gara-gara Bicara Ini

Heboh Hakim MK Usir Ahli Gibran dari Ruang Sidang Gara-gara Bicara Ini

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Terkuak di Sidang MK, Atase Pendidikan di Singapura-Australia Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

Terkuak di Sidang MK, Atase Pendidikan di Singapura-Australia Tak Temukan Dokumen Pendidikan Gibran

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Review Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia, Novel Misteri Klasik yang Pas Banget Buat Anak SD!

Review Lima Sekawan: Melacak Jejak Rahasia, Novel Misteri Klasik yang Pas Banget Buat Anak SD!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Insentif SPPG dari Rp 6 Juta/Hari ke Rp 2.000/Porsi Jadi Upaya Reformasi BGN

Insentif SPPG dari Rp 6 Juta/Hari ke Rp 2.000/Porsi Jadi Upaya Reformasi BGN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:41 WIB

×