Atasi Hipertensi dengan Denervasi Ginjal, Bagaimana Cara Kerjanya?

Risna Halidi

Kamis, 08 April 2021 | 17:50 WIB
Atasi Hipertensi dengan Denervasi Ginjal, Bagaimana Cara Kerjanya?
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

Suara.com - Menurut data WHO ada 1,13 miliar orang di dunia yang menderita hipertensi. Data 2015 menunjukkan, 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan, menderita penyakit tekanan darah tinggi tersebut.

Dikatakan, kurang dari 1 penderita berhasil mengendalikan hipertensi. Padahal hipertensi yang tidak terkendali dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke dan ginjal serta menjadi penyebab utama kematian prematur di dunia.

Umumnya, masalah tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan perubahan pola makan atau konsumsi obat-obatan penurun tekanan darah.

"Sayangnya hampir setengah dari semua pasien berhenti minum obat setelah satu tahun. Sehingga perubahan gaya hidup dan pengobatan tidak cukup mengendalikan kondisi hipertensi," kata Dokter Spesialis Jantung di Heartology Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Saharjo, dr. Faris Basalamah, SpJP(K). 

Di Indonesia, Heartology Cardiovascular Center telah menyediakan prosedur invasif non-bedah terbaru untuk penanganan masalah tekanan darah tinggi yang disebut prosedur denervasi ginjal.

Kata dokter Basalamah, prosedur tersebut bekerja menggunakan gelombang radio yang dapat menghancurkan saraf-saraf yang terlalu aktif di sekitar ginjal untuk membantu meredakan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

"Prosedur invasif minimal yang disebut dengan denervasi ginjal berbasis kateter (catheter-based renal denervation) ini menggunakan probe atau semacam kawat yang dimasukkan lewat arteri femoralis (arteri besar pada paha)," katanya Kamis, (8/4/2021).

Nantinya, alat tersebut dapat mengeluarkan tembakan gelombang radio intens untuk menghancurkan saraf-saraf di sekitar ginjal yang bertingkah terlalu aktif pada pasien hipertensi, terutama yang tidak mempan dengan beberapa obat penurun tekanan darah.

"Prosedur denervasi ginjal juga membantu pasien hipertensi yang mempunyai efek samping dengan obat konvensional dan pasien yang kesulitan mengkonsumsi obat hipertensi secara patuh dalam jangka panjang."

baca juga

Dokter Basalamah mengatakan, keunggulan prosedur denervasi ginjal adalah lebih aman dan tidak diperlukan implan ke ginjal atau arteri di dekat ginjal, prosedur sekitar satu jam. Pasien juga hanya menginap satu atau dua hari di rumah sakit serta membantu menurunkan risiko kerusakan lebih lanjut pada jantung, ginjal dan pembuluh darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengira Sakit Batu Ginjal, Ternyata Wanita Ini Alami Tanda Melahirkan!

Mengira Sakit Batu Ginjal, Ternyata Wanita Ini Alami Tanda Melahirkan!

Health | Rabu, 07 April 2021 | 10:39 WIB

Makan Bawang Putih Setiap Hari, Ini 5 Perubahan Tubuh yang Akan Terjadi

Makan Bawang Putih Setiap Hari, Ini 5 Perubahan Tubuh yang Akan Terjadi

Health | Selasa, 06 April 2021 | 17:49 WIB

MUI Bongkar Vaksin AstraZeneca Dibuat dari Jaringan Ginjal Bayi Manusia

MUI Bongkar Vaksin AstraZeneca Dibuat dari Jaringan Ginjal Bayi Manusia

Bali | Senin, 05 April 2021 | 14:39 WIB

Terkini

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

News | Senin, 02 November 2026 | 15:37 WIB

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

News | Senin, 02 November 2026 | 15:34 WIB

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:33 WIB

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:30 WIB

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

News | Senin, 02 November 2026 | 15:21 WIB

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:14 WIB

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

News | Senin, 02 November 2026 | 15:11 WIB

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Health | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

×