Jamak Terjadi, Apa Sebab Otot Berkedut? Begini Penjelasannya

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 09 April 2021 | 11:45 WIB
Jamak Terjadi, Apa Sebab Otot Berkedut? Begini Penjelasannya
Ilustrasi kaki berkedut (Shutterstock)

Suara.com - Otot kedutan memang umum terjadi dan dapat dirasakan di bagian tubuh mana saja, seperti kelopak mata, betis, atau lengan bagian atas.

Kondisi ini umumya terjadi sesekali, tetapi ketika rutin mengalaminya, mungkin Anda perlu mewaspadai penyakit saraf tertentu.

Kedutan juga disebut fasikulasi otot, yang melibatkan kontraksi otot kecil di dalam tubuh. Otot terdiri dari serat yang dikenalikan saraf. Ketika terjadi stimulasi atau kerusakan, saraf akan memicu serat otot berkedut.

Otot kecil yang berkedut biasanya disebabkan oleh sesuatu yang tidak terlalu serius dan berhubungan dengan gaya hidup.

Ilustrasi lengan bekedut (Shutterstock)

Berdasarkan Healthline, berikut penyebab umum otot kedutan ringan:

  • Kedutan dapat terjadi setelah aktivitas fisik karena asam laktat menumpuk di otot yang digunakan selama berolahraga. Ini paling sering mempengaruhi lengan, kaki, dan punggung.
  • Otot berkedut juga dapat disebabkan oleh stres dan kecemasan, yang dapat memengaruhi otot mana pun di tubuh.
  • Kekurangan nutrisi vitamin D, vitamin B, dan kalsium, yang biasanya terasa di kelopak mata, betis, dan tangan.
  • Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi dan kedutan otot, terutama pada otot tubuh yang lebih besar, seperti kaki dan lengan.
  • Nikotin yang ditemukan dalam rokok dan produk tembakau lainnya dapat menyebabkan otot berkedut, terutama di kaki.
  • Reaksi yang merugikan terhadap obat-obatan tertentu, termasuk kortikosteroid dan pil estrogen, yang memengaruhi tangan, lengan, atau kaki.

Penyebab umum kejang otot ini biasanya merupakan kondisi ringan yang mudah diatasi. Kedutan akan mereda setelah beberapa hari.

Tetapi, jika Anda mengalami otot berkedut karena obat, lebih baik konsultasikan dengan dokter untuk mengubah dosis atau obat lainnya.

Walau sebagian besar otot berkedut disebabkan oleh kondisi ringan dan kebiasaan gaya hidup tertentu, beberapa di antaranya dapat dipicu oleh penyebab yang lebih serius.

Gangguan ini sering kali terkait dengan masalah pada sistem saraf, yang meliputi otak dan sumsum tulang belakang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-Hati, Mata Kedutan Bisa Jadi Tanda Gangguan Otak dan Sistem Saraf

Hati-Hati, Mata Kedutan Bisa Jadi Tanda Gangguan Otak dan Sistem Saraf

Health | Minggu, 21 Maret 2021 | 15:25 WIB

Jangan Remehkan Mata Kedutan, Mungkin Pertanda Kekurangan Vitamin Ini

Jangan Remehkan Mata Kedutan, Mungkin Pertanda Kekurangan Vitamin Ini

Bali | Jum'at, 25 Desember 2020 | 13:13 WIB

Sering Alami Mata Kedutan Tak Terkendali? Bisa Jadi Kekurangan Vitamin Ini

Sering Alami Mata Kedutan Tak Terkendali? Bisa Jadi Kekurangan Vitamin Ini

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 17:00 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB