Peneliti: Gabungan Obat Antijamur dan Antidepresan Bisa Lawan Virus Corona

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 10 April 2021 | 12:40 WIB
Peneliti: Gabungan Obat Antijamur dan Antidepresan Bisa Lawan Virus Corona
Ilustrasi virus corona. (Unsplash/CDC)

Suara.com - Pengobatan untuk mengatasi virus corona Covid-19 masih belum ditemukan. Tapi, obat untuk mengurangi depresi dan antijamur telah menunjukkan hasil yang baik untuk membunuh virus corona Covid-19.

Sebuah studi batu mengklaim obat antidepressan dan antijamur yang telah digunakan selama beberapa dekade bisa membantu mengobati virus corona Covid-19.

Obat antijamur seperti itraconazole, yang digunakan untuk mengobati sariawan dan kuku kaki yang terinfeksi jamur bisa membantu membunuh virus corona Covid-19.

Fluoxetine adalah obat antidepresan yang lebih dikenal sebagai Prozac juga menunjukkan hasil efektif untuk membunuh virus corona Covid-19.

Obat antijamur Itraconazole bekerja melawan jamur dengan menghambat kolesterol di dalam sel jamur dan menghentikan replikasi. Demikian pula terhadap virus corona Covid-19, obat antijamur ini bertindak melawan virus corona.

Ilustrasi obat antijamur. (Pixabay)
Ilustrasi obat antijamur. (Pixabay)

Selain Covid-19, Itraconazole juga aktif melawan virus corona pernapasan lainnya, termasuk influenza A dan rhinovirus manusia. Para peneliti juga mencatat temuan ini bisa menjadi mekanisme tambahan untuk melawan virus corona.

Dalam studi yang diterbitkan dalam British Journal of Pharmacology, menyatakan kedua perawatan tersebut bekerja membunuh virus corona Covid-19 dngan memblokir virus agar tidak tumbuh dan berkembang biak, baik obat antijamur maupun antidepresan.

Faktanya, perawatan tersebut bekerja baik untuk melawan virus corona dan terapi kombinasi ini bisa memblokir produksi virus corona hingga lebih dari 90 persen.

Para peneliti percaya ada ketersediaan perawatan yang telah terbukti meningkatkan kemungkinan bertahan hidup setelah terinfeksi virus corona Covid-19.

Penelitian baru menawarkan harapan bahwa obat lain yang aman bagi manusia bisa digunakan kembali untuk mengobati virus corona Covid-19. Menurut Profesor Ursula Rescher, dari University of Muenster, penggunaan kembali obat lain adalah pendekatan langsung untuk mempercepat perkembangkan obat virus corona dengan biaya lebih rendah.

"Kami sedang menguji potensi antivirus dari anti jamur itrakonazol dan antidepresan fluoxetine pada produksi partikel SARS-CoV-2 yang menular. Kami juga mengevaluasi manfaat tambahan dari penggunaan kombinasi obat tersebut," kata Profesor Ursula dikutip dari Express.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Ada Obat Kadaluarsa Rp 1,2 Miliar di RSUD Indramayu

Waduh, Ada Obat Kadaluarsa Rp 1,2 Miliar di RSUD Indramayu

Bogor | Sabtu, 10 April 2021 | 09:37 WIB

Ahli Khawatir Varian Baru Virus Corona Nigeria Lebih Mematikan

Ahli Khawatir Varian Baru Virus Corona Nigeria Lebih Mematikan

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 13:13 WIB

Waduh, Obat Cacing buat Kuda Digunakan untuk Mengobati Covid-19

Waduh, Obat Cacing buat Kuda Digunakan untuk Mengobati Covid-19

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 11:01 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB