alexametrics

Risiko Bahaya Vaksin mRNA dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

M. Reza Sulaiman
Risiko Bahaya Vaksin mRNA dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Temuan peneliti tentang risiko bahaya vaksin mRNA bagi kelompok tertentu menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Senin (1/3/2021).

Suara.com - Temuan peneliti tentang risiko bahaya vaksin mRNA bagi kelompok tertentu menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Senin (1/3/2021).

Ada juga dampak masalah kesehatan usus hingga vaksin Covid-19 di Amerika yang hanya disuntikkan satu dosis.

Simak pula rangkuman berita kesehatan menarik lainnya dari Suara.com berikut ini.

1. Ahli Vaksin China: Vaksin mRNA Berbahaya bagi Kelompok Orang Tertentu

Baca Juga: 3 Keuntungan Program Vaksin Mandiri dan Gotong Royong, Mana yang Terbaik?

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Para ahli vaksinasi China menyerukan untuk berhati-hati dengan vaksin Covid-19 dari messenger RNA atau mRNA setelah adanya 16 kasus kematian lansia di Swiss setelah divaksin Pfizer dan Moderna.

Badan Produk Terapi Swiss (Swissmedic) melaporkan pada Sabtu (28/2/2021) kemarin bahwa sebanyak 16 orang meninggal setelah mendapat vaksin di negara tersebut.

Baca selengkapnya

2. Dokter: Masalah Kesehatan Usus Menjadi Sumber Segala Penyakit

Ilustrasi usus  (Pixabay/Elionas2)
Ilustrasi usus (Pixabay/Elionas2)

Dokter sekaligus penulis 6 buku, salah satunya The New Health Rules, di Afrika Selatan Frank Lipman, mengatakan 70% sistem kekebalan tubuh berada di dalam atau di sekitar usus.

Baca Juga: CDC Bantah 7 Mitos Vaksin Covid-19, Apa Saja?

"Usus adalah penghalang internal yang melindungi kita dari dunia luar, semua partikel asing yang Anda makan dan minum. Itu memberi tahu Anda betapa pentingnya mikrobioma untuk kekebalan," kata Lipman, dilansir South China Morning Post.

Baca selengkapnya

3. Sah! Warga Amerika Serikat Cukup Disuntik Vaksin Covid-19 Satu Dosis

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Setelah Prancis menggunakan satu dosis vaksin Covid-19 untuk penyintas atau orang yang sudah sembuh dari Covid-19. Kini Amerika Serikat (AS) menyetujui penggunaan serupa. 

Satu dosis vaksin Covid-10 disebut sebagai sebuah terobosan yang sangat berarti dalam program vaksinasi Covid-19. Khususnya vaksin satu dosis akan membantu petugas kesehatan lebih mudah mengatur logistik untuk masyarakat.

Baca selengkapnya

4. Halodoc Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru untuk KTP Jakarta

Ilustrasi vaksin Covid-19 [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]
Ilustrasi vaksin Covid-19 [Suara.com/Muhammad Jehan Nurhakim]

Pandemi virus corona membuat banyak orang memanfaatkan tech-health, atau layanan kesehatan berbasis digital.

Hal ini terbukti dengan meningkatnya pengunduh aplikasi Halodoc sebanyak dua kali lipat, diikuti pertumbuhan signifikan di berbagai layanan pada 2020 lalu.

Baca selengkapnya

5. PMI Imbau Jangan Cari Donor Plasma Konvalesen Lewat Medsos, Kenapa?

Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Pernah membaca di medsos mengenai keluarga yang membutuhkan donor plasma konvalesen dari orang yang sudah sembuh (penyintas) Covid-19? Ternyata Palang Merah Indonesia (PMI) tidak menyarankan langkah tersebut, lho.

Ketua Bidang Unit Donor Darah (UDD) PMI Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, mengatakan plasma konvalesen tidak bisa diminta dari keluarga.

Baca selengkapnya

Komentar