Tunda Menstruasi dengan Konsumsi Pil KB, Bagaimana Caranya?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 15 April 2021 | 12:30 WIB
Tunda Menstruasi dengan Konsumsi Pil KB, Bagaimana Caranya?
Ilustrasi perempuan minum pil KB (Shutterstock)

Suara.com - Menunda menstruasi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk kontrasepsi hormonal. Pengobatan rumahan seperti minum cuka sari apel atau jus lemon setiap hari tidak akan mambantu.

"Tidak satu pun dari pengobatan rumahan do it yourself (DIY) atau yang dibuat sendiri ini akan menunda menstruasi Anda," ujar obgyn Sherry Ross.

Beberapa pil KB berisi tiga pil aktif (berisi hormon) dan satu pil plasebo. Keempat pil ini harus diminum satu minggu sekali.

Jika tidak meminum pil plasebo dan mulai mengonsumsi pil aktif, sebagai gantinya hormon dalam pil aktif akan mencegah menstruasi pada minggu itu.

Namun, perlu dicatat bahwa pertama kali melewatkan minum pil plasebo akan membuat Anda mengalami haid tidak teratur atau bercak ringan, lapor Insider.

Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi pil KB. (Sumber: Shutterstock)

Setelah dua hingga tiga bulan tidak minum pil plasebo, Anda akan mengalami sedikit bercak atau tidak sama sekali. Karenanya, Ross merekomendasikan untuk membuat rencana beberapa bulan jika tahu menstruasi Anda bertepatan dengan acara besar yang akan datang.

Selain itu, Anda bisa mengonsumsi pil KB yang bertahan selama 28 hari, 90 hari, atau 395 hari. Anda memang dapat tidak mengalami menstruasi selama satu tahun saat mengonsumsi pil kontrasepsi hormonal.

"Menghentikan menstruasi sepenuhnya adalah salah satu efek samping paling menguntungkan yang terkait dengan pil dan itu benar-benar aman," kata Ross.

Jika tidak menggunakan kontrasepsi hormonal, Anda mungkin dapat menunda menstruasi dengan obat hormonal yang mengandung nerothindrone.

Itu adalah bentuk hormon progesteron, bahan aktif di dalam pil KB. Anda perlu mulai minum obat ini beberapa hari sebelum dimulainya menstruasi agar bekerja.

Namun, sebuah studi kecil 2019 menemukan orang yang menggunakan norethindrone untuk menunda menstruasi cenderung mengalami haid yang tidak teratur dibanding mereka yang mencoba menundanya dengan pil KB.

Hal pentingnya, kunjungi dokter untuk mendapatkan resep dan periksa apakah opsi ini cocok untuk Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Vaksin Covid-19, Beberapa Wanita Ini Alami Perubahan Menstruasi!

Usai Vaksin Covid-19, Beberapa Wanita Ini Alami Perubahan Menstruasi!

Health | Selasa, 13 April 2021 | 15:31 WIB

Waspada, Perempuan Obesitas Lebih Berisiko Alami Menstruasi Berat

Waspada, Perempuan Obesitas Lebih Berisiko Alami Menstruasi Berat

Health | Minggu, 11 April 2021 | 10:31 WIB

Apakah Vaksin Covid-19 akan Pengaruhi Siklus Menstruasi? Ini Kata Ahli

Apakah Vaksin Covid-19 akan Pengaruhi Siklus Menstruasi? Ini Kata Ahli

Health | Sabtu, 10 April 2021 | 17:22 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB