Profilaksis, Solusi Perawatan Bagi Pasien Hemofilian Anak-Anak

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 15 April 2021 | 14:30 WIB
Profilaksis, Solusi Perawatan Bagi Pasien Hemofilian Anak-Anak
Ilustrasi hemofilia. (Shutterstock)

Suara.com - Pengobatan hemofilia umumnya perlu dilakukan seumur hidup, lantaran penyakit tersebut disebabkan adanya kerusakan pada kromosom X yang diturunkan. Namun kendala yang kerap kali terjadi bahwa harga obat yang terlalu mahal. 

Meski saat ini obat hemofilia juga telah ditanggung oleh pemerintah melalui BPJS, namun dosis yang bisa didapatkan pasien kerap kali tidak mencukupi.

Menurut Ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) prof. dr. Djajadiman Gatot, Sp.A., kekurangan dosis yang didapatkan pasien biasanya disebabkan limit pembiayaan yang dari BPJS yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien. 

"Jadi masih sulit bagi penyandang untuk mendapat pengobatan yang pas betul, kebanyakan kurang. Misalnya, kebutuhannya 1000 unit, dia cuma dapat 500. Karena sampai saat ini ditanggung oleh BPJS jadi memiliki suatu patokan yang ada limit biaya pengobatan," kata dokter Djaja dalam webinar Hari Perayaan Hemofilia, Kamis (15/4/2021).

Selain pengobatan Hemofilia yang telah ada saat ini, dokter Djaja mengatakan bahwa HMHI juga tengah mengupayakan agar terapi profilaksis berupa pencegahan juga bisa ditanggung oleh BPJS. Menurutnya, profilaksis bisa lebih membantu agar pasien hemofilia tidak harus merasakan sakit atau bengkak pada tubuhnya.

"Jangan sampai dia mengalami pendarahan yang berat, terutama pada sendi. Karena itu salah satu bagian tubuh yang selalu kita pakai. Ini yang justru menghawatirkan. Sendi yang paling sering adalah lutut, siku, dan engkel atau pergelangan kaki," jelasnya. 

Pengobatan profilaksis dinilai bisa meningkatkan kualitas hidup, terutama bagi pasien hemofilia anak-anak. Selain itu, pemberian dosis yang diberikan juga tidak terlalu tinggi, karena disesuaikan dengan berat badan dan diberikan ketika pasien belum mengalami kekambuhan.

"Pemberiannya rutin, biasanya kalau kita mengingat klasifikasinya, berat, ringannya. Yang berat kurang dari 1 persen kadar faktor hemofilianya, yang sedang 1 sampai 5 persen. Kemudian di atas itu adalah ringan," jelas dr. Djaja.

Namun pemberian profilaksis harus diberikan secara berlanjut. Kemungkinan dua hingga tiga kali dalam seminggu, lanjutnya. Hingga kondisi pasien dianggap membaik dan kualitas hidupnya juga lebih optimal.

"Ini yang masih kita perjuangkan pada BPJS  supaya kita bisa menerapkan hal ini, maka kita bisa meningkatkan kualitas hidup penyandang hemofilia ini sudah dibuktikan penelitiannya di Indonesia. Hasilnya sangat bagus sehingga penelitian ini kita bisa sampaikan kalau kita bisa pakai profilaksis," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru 8,3 Persen Pasien Hemofilia Indonesia yang Terdata

Baru 8,3 Persen Pasien Hemofilia Indonesia yang Terdata

Health | Senin, 01 Maret 2021 | 15:50 WIB

Mengenal Profilaksis, Metode Pengobatan Standar Dunia Untuk Hemofilia

Mengenal Profilaksis, Metode Pengobatan Standar Dunia Untuk Hemofilia

Health | Senin, 01 Maret 2021 | 12:40 WIB

Hemofilia Ditanggung BPJS Kesehatan, Tapi Stok Obat Belum Mencukupi

Hemofilia Ditanggung BPJS Kesehatan, Tapi Stok Obat Belum Mencukupi

Health | Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:59 WIB

Terkini

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB