Bisa Merusak Kesehatan Hati, Kurangi 4 Makanan Populer Berikut

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 15 April 2021 | 15:00 WIB
Bisa Merusak Kesehatan Hati, Kurangi 4 Makanan Populer Berikut
Ilustrasi ayam goreng. (freedigitalphotos/tiverylucky)

Suara.com - Menurut American Liver Foundation, diperkirakan sekitar 25 persen orang dewasa di Amerika memiliki penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Kondisi hati kronis yang umum ini terjadi ketika kelebihan lemak disimpan di dalam sel hati.

Penumpukan lemak dalam sel hatu tersebut terutama disebabkan oleh pilihan makanan yang tidak sehat secara rutin. Melansir dari Eat This, berikut empat makanan yang perlu Anda batasi untuk menjaga kesehatan hati, antara lain:

1. Daging merah

Sebuah studi tahun 2010 menemukan hubungan antara asupan daging merah dan peningkatan risiko penyakit hati kronis serta karsinoma hepatoseluler, salah satu jenis kanker hati yang paling umum.

Jika Anda sudah memiliki NAFLD, Anda sebaiknya menghindari daging merah, sebab daging ini mengandung lemak jenuh tinggi. 

2. Ayam goreng

Mirip dengan daging merah, ayam goreng dibungkus dengan banyak lemak jenuh. Sebab saat digoreng, makanan menyerap lemak dari minyak goreng dan akibatnya menjadi lebih padat kalori. Meskipun makan gorengan tidak akan menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah, namun memakannya secara rutin berpotensi menyebabkan kerusakan, terutama pada hati.

"Diet tinggi lemak jenuh menyebabkan peningkatan lemak hati dan resistensi insulin," Leann Poston, MD di Invigor Medical. 

3. Roti tawar, pasta, nasi

Karbohidrat olahan atau biji-bijian olahan seperti roti tawar, pasta, dan nasimemiliki indeks glikemik (GI) yang lebih tinggi daripada biji-bijian yang diproses secara minimal. Makanan dengan GI tinggi dapat menyebabkan lonjakan cepat gula darah yang kemudian memicu pankreas memproduksi insulin.

Meskipun ini adalah respons yang normal, makan makanan ini secara teratur dapat menguras pankreas dan menyebabkan tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Resistensi insulin diyakini menjadi penyebab NAFLD karena sel-sel di otot, lemak, dan hati tidak merespons hormon dengan baik. 

Roti tawar. (Pixabay/@postcardtrip)
Roti tawar. (Pixabay/@postcardtrip)

4. keripik kentang

Mengkonsumsi terlalu banyak makanan asin, seperti keripik kentang dapat menyebabkan kerusakan pada hati Anda. Menurut sebuah studi tahun 2016, makan terlalu banyak garam dapat menyebabkan tingkat kematian sel yang lebih tinggi dan tingkat pembelahan sel yang lebih rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan fibrosis hati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sidak Pasar Rangkas Bitung, Petugas Temui Hati Kerbau Tak Layak Konsumsi

Sidak Pasar Rangkas Bitung, Petugas Temui Hati Kerbau Tak Layak Konsumsi

Banten | Selasa, 13 April 2021 | 14:50 WIB

Catat, 6 Tanda Perempuan Alami Ketidakseimbangan Hormon Estrogen

Catat, 6 Tanda Perempuan Alami Ketidakseimbangan Hormon Estrogen

Health | Senin, 12 April 2021 | 14:30 WIB

Studi Sebut Tes Darah Tertentu Bisa Deteksi Masalah Mental dan Keparahannya

Studi Sebut Tes Darah Tertentu Bisa Deteksi Masalah Mental dan Keparahannya

Health | Minggu, 11 April 2021 | 08:20 WIB

Terkini

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB