Maksa Mudik, Awas Bikin Kasus Covid-19 Melonjak

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Jum'at, 16 April 2021 | 12:10 WIB
Maksa Mudik, Awas Bikin Kasus Covid-19 Melonjak
Seorang calon penumpang membawa barang bawaannya berjalan menuju bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

Suara.com - Mudik menjadi salah satu momen yang paling ditunggu masyarakat, apalagi bisa bertemu saudara di kampung yang sudah lama tidak ditemui.

Namun, di masa pandemi kegiatan itu dilarang karena berisiko menjadi penularan. 

Pelarangan mudik saat pandemi Covid-19 dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, jika memaksakan mudik di saat kondisi saat ini, bisa menimbulkan lonjakan kasus positif baru.

Menurut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Dr. Hasbullah Thabrany, MPH, PH menjelaskan, penularan Covid-19 sering terjadi dalam jarak yang dekat. Sehingga solusi ini merupakan cara yang baik agar tidak menimbulkan potensi penularan kembali.

Calon penumpang menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021). [Suara.com/Dian Latifah]
Calon penumpang menunggu kedatangan bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

“Ini kalau tidak dikendalikan, akan menimbulkan kasus baru,” ungkap Prof. Dr. Hasbullah Thabrany.

Soal anggapan mudik bisa menggerakkan ekonomi daerah saat pandemi, ia mengatakan ada hal lain yang bisa dilakukan selain mudik. Salah satunya membantu Yayasan yatim piatu atau Lembaga Pendidikan.

“Jadi ongkos mudik bisa digunakan hal yang lebih produktif,” ungkapnya.

Saat ini begitu mudah untuk mengirim uang untuk keluarga maupun saudara yang ada di daerah. Dengan cara ini, uang bisa dibelanjakan di kampung halaman, sehingga membantu perekonomian di daerah tanpa harus mudik.

Menurutnya, jika muncul kasus baru karena memaksakan mudik, justru akan menyebabkan pemerintah melakukan pengetatan lagi, sehingga kondisinya akan seperti dulu dan membuat perekonomian kembali tidak bergerak.

baca juga

“Karena lonjakan kasus baru akan menimbulkan reaksi ketakutan baru, sehingga ekonomi melambat juga,” jelasnya.

Karena itu, jangka panjang dari dampak ini akan menghambat perekonomian, jika memaksakan diri untuk mudik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Angka Infeksi di India Lebih Parah dari Tahun Lalu

Update Covid-19 Global: Angka Infeksi di India Lebih Parah dari Tahun Lalu

Health | Jum'at, 16 April 2021 | 10:48 WIB

DPR Minta Pusat Lakukan Ini untuk Pastikan Kelanjutan Vaksin Merah Putih

DPR Minta Pusat Lakukan Ini untuk Pastikan Kelanjutan Vaksin Merah Putih

News | Jum'at, 16 April 2021 | 10:26 WIB

Vaksin Nusantara Tak Lolos BPOM, Satgas Covid-19 IDI: Jangan Dipolitisasi

Vaksin Nusantara Tak Lolos BPOM, Satgas Covid-19 IDI: Jangan Dipolitisasi

Hits | Jum'at, 16 April 2021 | 09:42 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×