Kabar Baik, Vaksin Influenza Semprot Hidung Menunjukkan Hasil Menjanjikan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 04 Mei 2021 | 13:24 WIB
Kabar Baik, Vaksin Influenza Semprot Hidung Menunjukkan Hasil Menjanjikan
Ilustrasi virus influenza (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti di Institute for Biomedical Sciences di Georgia State University sedang mengembangkan vaksin influenza yang dapat diberikan melalui hidung atau vaksin semprot.

Berdasarkan hasil percobaan mereka, vaksin yang terbuat dari nanopartikel ini dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh terhadap infeksi virus influenza dan menawarkan perlindungan yang luas terhadap berbagai jenis virus.

Menurut peneliti, vaksin intranasal merupakan strategi yang menjanjikan untuk memerangi penyakit pernapasan menular, seperti influenza.

Vaksin tersebut lebih efektif daripada vaksin suntik karena dapat menginduksi respons imun mukosa di saluran pernapasan, mencegah infeksi pada jalan masuknya virus. Ini juga dapat merangsang respons kekebalan sistemik di seluruh tubuh, lapor Medical Xpress.

Dalam studi ini, peneliti mengembangkan vaksin influenza intranasal menggunakan rekombinan hemagglutinin (HA), protein yang ditemukan di permukaan virus influenza, sebagai komponen antigen vaksin.

Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)
Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)

"Dalam penelitian ini, kami melaporkan untuk pertama kalinya bahwa bahan nano-graphene oxide (NGO) dua dimensi memiliki efek adjuvan yang kuat dalam meningkatkan respons imun dari vaksin intranasal hemagglutinin (HA)," kata penulis uatama Chunhong Dong, peneliti pascadoktoral di lab Dr. Baozhong Wang, Institut Ilmu Biomedis.

Menurutnya, studi ini memberikan wawasan baru dalam mengembangkan sistem vaksin intranasal berkinerja tinggi dengan nanopartikel, seperti lembaran dua dimensi.

"Vaksin menunjukkan sifat peningkat kekebalan yang superior, baik secara in vitro dan in vivo. Nanoplatform dapat dengan mudah diadaptasi untuk membangun vaksin mukosa untuk berbagai patogen pernapasan," sambungnya.

Studi yang dilakukan pada tikus dan kultur sel ini menemukan nanopartikel secara signifikan meningkatkan respon imun pada permukaan mukosa serta di seluruh tubuh tikus.

Respon kekebalan yang kuat memberikan perlindungan kekebalan terhadap virus influenza oleh strain virus yang homolog (sama) dan strain virus yang heterolog (berbeda).

Hasilnya juga menjanjikan, karena vaksin influenza intranasal tanpa jarum memiliki keunggulan logistik yang lebih unggul dibandingkan vaksin suntik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FDA Siap Izinkan Vaksin Pfizer Diberikan Pada Remaja, Ini Alasannya

FDA Siap Izinkan Vaksin Pfizer Diberikan Pada Remaja, Ini Alasannya

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 12:03 WIB

Banyak yang Takut Suntik, AstraZeneca Kembangkan Vaksin Semprot

Banyak yang Takut Suntik, AstraZeneca Kembangkan Vaksin Semprot

Health | Sabtu, 27 Maret 2021 | 09:10 WIB

Vaksin Semprot Hidung Efektif Tangkal Covid-19? Ini Kata Peneliti

Vaksin Semprot Hidung Efektif Tangkal Covid-19? Ini Kata Peneliti

Health | Kamis, 11 Maret 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB