alexametrics

Studi Buktikan Iklim Tropis Bantu Kurangi Penyebaran Covid-19

Risna Halidi | Lilis Varwati
Studi Buktikan Iklim Tropis Bantu Kurangi Penyebaran Covid-19
Sebagai ilustrasi: sinar matahari di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/11/2020). [ANTARA FOTO/Moch Asim]

Penelitian terbaru membuktikan bahwa suhu hangat dan iklim tropis dapat membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

Suara.com - Penelitian terbaru membuktikan bahwa suhu hangat dan iklim tropis dapat membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

Tempat-tempat yang memiliki suhu hangat dengan paparan sinar matahari yang lebih lama disebut memiliki tingkat kasus Covid-19 yang lebih rendah, dibanding negara-negara dengan cuaca lebih dingin.

Penemuan ini dilakukan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi penyebaran Covid-19 dan lonjakan kasus, seperti mobilitas masyarakat dan intensitas tes Covid-19.

Namun, para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut tidak berarti cuaca musim panas akan menghilangkan Covid-19. Penelitian itu diterbitkan pada 27 April di jurnal Scientific Reports.

Baca Juga: LIVE: Mudik Dilarang, Ini Sanksi Tegas Bagi Masyarakat yang Nekat Mudik

"Hasil kami tidak menyiratkan bahwa penyakit itu akan hilang selama musim panas atau tidak akan mempengaruhi negara-negara yang dekat dengan khatulistiwa. Sebaliknya, suhu yang lebih tinggi dan radiasi UV yang lebih intens di musim panas cenderung mendukung langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk menahan SARS CoV-2," kata para peneliti dalam jurnal, dikutip dari Fox News.

Tak lama setelah pasca terjadi pandemi Covid-19 terjadi pada awal musim dingin 2020, ada spekulasi bahwa suhu musim panas dapat meredakan infeksi virus.

Sejak dulu, diketahui bahwa banyak virus pernapasan, termasuk  virus flu, menunjukkan pola musiman. Artinya kasus akan memuncak selama musim dingin  dan menurun selama musim panas.

Para ilmuwan tidak tahu pasti mengapa virus tersebut mengikuti pola musiman, tetapi sejumlah faktor diperkirakan jadi penyebabnya. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa banyak virus pernapasan lebih stabil dan bertahan di udara dengan suhu dingin dan kelembapan rendah, Live Science melaporkan sebelumnya . 

Perilaku manusia, seperti berkumpul di dalam ruangan pada musim dingin, juga dapat meningkatkan penularan.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: AS dan Eropa Mulai Longgarkan Aturan Jaga Jarak

Dalam studi baru, para peneliti menganalisis informasi dari 117 negara, menggunakan data penyebaran Covid-19 dari awal pandemi hingga 9 Januari 2021. Mereka menggunakan metode statistik untuk memeriksa hubungan antara garis lintang suatu negara yang memengaruhi jumlah sinar matahari dengan tingkat penyebaran Covid-19. 

Komentar