Studi Buktikan Iklim Tropis Bantu Kurangi Penyebaran Covid-19

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 05 Mei 2021 | 11:33 WIB
Studi Buktikan Iklim Tropis Bantu Kurangi Penyebaran Covid-19
Sebagai ilustrasi: sinar matahari di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/11/2020). [ANTARA FOTO/Moch Asim]

Suara.com - Penelitian terbaru membuktikan bahwa suhu hangat dan iklim tropis dapat membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

Tempat-tempat yang memiliki suhu hangat dengan paparan sinar matahari yang lebih lama disebut memiliki tingkat kasus Covid-19 yang lebih rendah, dibanding negara-negara dengan cuaca lebih dingin.

Penemuan ini dilakukan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi penyebaran Covid-19 dan lonjakan kasus, seperti mobilitas masyarakat dan intensitas tes Covid-19.

Namun, para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut tidak berarti cuaca musim panas akan menghilangkan Covid-19. Penelitian itu diterbitkan pada 27 April di jurnal Scientific Reports.

"Hasil kami tidak menyiratkan bahwa penyakit itu akan hilang selama musim panas atau tidak akan mempengaruhi negara-negara yang dekat dengan khatulistiwa. Sebaliknya, suhu yang lebih tinggi dan radiasi UV yang lebih intens di musim panas cenderung mendukung langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk menahan SARS CoV-2," kata para peneliti dalam jurnal, dikutip dari Fox News.

Tak lama setelah pasca terjadi pandemi Covid-19 terjadi pada awal musim dingin 2020, ada spekulasi bahwa suhu musim panas dapat meredakan infeksi virus.

Sejak dulu, diketahui bahwa banyak virus pernapasan, termasuk  virus flu, menunjukkan pola musiman. Artinya kasus akan memuncak selama musim dingin  dan menurun selama musim panas.

Para ilmuwan tidak tahu pasti mengapa virus tersebut mengikuti pola musiman, tetapi sejumlah faktor diperkirakan jadi penyebabnya. Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa banyak virus pernapasan lebih stabil dan bertahan di udara dengan suhu dingin dan kelembapan rendah, Live Science melaporkan sebelumnya . 

Perilaku manusia, seperti berkumpul di dalam ruangan pada musim dingin, juga dapat meningkatkan penularan.

Dalam studi baru, para peneliti menganalisis informasi dari 117 negara, menggunakan data penyebaran Covid-19 dari awal pandemi hingga 9 Januari 2021. Mereka menggunakan metode statistik untuk memeriksa hubungan antara garis lintang suatu negara yang memengaruhi jumlah sinar matahari dengan tingkat penyebaran Covid-19. 

Peneliti juga menggunakan data dari Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengontrol faktor-faktor yang dapat memengaruhi seberapa keras suatu negara terkena Covid-19. Seperti perjalanan udara, pengeluaran perawatan kesehatan, rasio orang dewasa yang lebih tua dengan orang yang lebih muda, dan perkembangan ekonomi.

Mereka menemukan bahwa setiap kenaikan 1 derajat di garis lintang suatu negara dari khatulistiwa dikaitkan dengan peningkatan 4,3 persen dalam jumlah kasus Covid-19 per juta orang.

Ini berarti bahwa jika satu negara berjarak 620 mil (1.000 kilometer) lebih dekat ke khatulistiwa dibandingkan dengan negara lain, negara yang lebih dekat ke khatulistiwa diperkirakan memiliki 33 persen lebih sedikit kasus Covid-19 per juta orang. 

"Hasil kami konsisten dengan hipotesis bahwa panas dan sinar matahari mengurangi penyebaran SARS CoV-2 dan prevalensi Covid-19," kata penulis dari Heidelberg Institute of Global Health di Jerman dan Chinese Academy of Medical Ilmu di Beijing. 

Para penulis mencatat bahwa penelitian mereka hanya mencakup data hingga 9 Januari 2021, sebelum sejumlah varian baru corona muncul di seluruh dunia. Sehingga belum jelas apakah varian tersebut akan menunjukkan pola infeksi musiman yang serupa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapolda dan Pangdam Ditunjuk Jokowi Awasi Skrining Covid dari Luar Negeri

Kapolda dan Pangdam Ditunjuk Jokowi Awasi Skrining Covid dari Luar Negeri

News | Rabu, 05 Mei 2021 | 10:48 WIB

Semakin Deras! Muncul Klaster Musala di Banyumas, 33 Orang Positif Covid-19

Semakin Deras! Muncul Klaster Musala di Banyumas, 33 Orang Positif Covid-19

Jawa Tengah | Rabu, 05 Mei 2021 | 10:30 WIB

Spada Indonesia Siap Buka Peluang Bisnis Menjanjikan bagi UMKM

Spada Indonesia Siap Buka Peluang Bisnis Menjanjikan bagi UMKM

Press Release | Rabu, 05 Mei 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB