Waspada Gejala Demensia, Berapa Lama Anda Biasanya Tidur Siang?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 14 Mei 2021 | 08:34 WIB
Waspada Gejala Demensia, Berapa Lama Anda Biasanya Tidur Siang?
Ilustrasi tidur (Unsplash/Gregory Pappas)

Suara.com - Ada lebih dari 400 jenis demensia, tetapi demensia tubuh lewy (LBD) salah satu jenis demensia yang paling umum. LBD adalah jenis demensia progresif yang menyebabkan penurunan fungsi berpikir dan mandiri karena endapan mikroskopis abnormal yang merusak sel-sel otak seiring waktu.

Gejala LBD bisa bervariasi dari orang ke orang baik dalam sifat maupun tingkat keparahannya. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NDS), gangguan tidur sering terjadi pada orang dengan LBD tapi seringkali tidak terdiagnosis.

Menurut NDS, rasa kantuk yang berlebihan di siang hari adalah tanda LBD. Tubuh yang sehat mencirikan ini sebagai tidur selama 2 jam atau lebih di siang hari.

Gangguan tidur lainnya, termasuk gangguan tidur REM, insomnia dan sindrom kaki gelisah. Sedangkan, gejala umum LBD lainnya termasuk masalah seperti:

Ilustrasi tidur siang. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur siang. (Shutterstock)
  1. Kecepatan berpikir
  2. Pemahaman
  3. Pertimbangan
  4. Persepsi visual
  5. Bahasa
  6. Memori

Menurut NHS, Anda harus menemui dokter umum bila mengalami gejala awal demensia, terutama orang yang berusia di atas 65 tahun. Jika orang lain yang mengalami gejala tersebut, Anda sarankan mereka untuk membuat janji temu dengan dokter.

"Dokter umum bisa melakukan beberapa pemeriksaan sederhana untuk mencoba mencari tahu penyebab gejalanya dan merujuk Anda ke spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas NHS dikutip dari Express.

Orang yang berisiko

Sebenarnya kelompok orang yang berisiko menderita LBD belum jelas karena penelitian tentang bentuk demensia ini tidak ekstensif seperti Penelitian jenis lainnya.

Ada beberapa Penelitian yang menunjukkan bahwa kerabat kandung dari anggota keluarga dengan LBD mungkin memiliki risiko lebih tinggi, seperti yang dilaporkan Alzheimer's Society (AS), beberapa varian gen baru-baru ini dikaitkan dengan risiko LBD yang lebih tinggi.

baca juga

Menurut badan kesehatan, tidak mengherankan jika varian gen juga dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Karena, gejalanya tumpeng tindih dengan gejala penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology melaporkan bahwa riwayat gejala attention-deficit / hyperactivity disorder (ADHD) pada orang dewasa merupakan faktor risiko untuk LBD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diet Mediterania, Benarkah Dapat Kurangi Risiko Demensia?

Diet Mediterania, Benarkah Dapat Kurangi Risiko Demensia?

Health | Jum'at, 14 Mei 2021 | 06:19 WIB

Terapkan Pola Makan Mediterania, Sehatkan Otak Cegah Demensia

Terapkan Pola Makan Mediterania, Sehatkan Otak Cegah Demensia

Health | Jum'at, 07 Mei 2021 | 08:33 WIB

Jangan Anggap Remeh, Nyeri Tubuh Berulang Bisa Terkait Risiko Demensia

Jangan Anggap Remeh, Nyeri Tubuh Berulang Bisa Terkait Risiko Demensia

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 10:34 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×