Waspada, Tidur Mendengkur Jadi Tanda Masalah Hipertensi!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 17 Mei 2021 | 14:30 WIB
Waspada, Tidur Mendengkur Jadi Tanda Masalah Hipertensi!
Ilustrasi mendengkur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Mendengkur saat tidur mungkin dianggap hal biasa. Padahal kondisi itu bisa menunjukan atau menjadi tanda awal adanya suatu penyakit tertentu. Salah satunya hipertensi.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Susetyo Atmojo mengatakan, secara medis, mendengkur disebut juga kondisi obstructive sleep apnea.

"Kita sebut kondisi medis obstructive sleep apnea, jadi kondisi mendengkur pada saat tidur itu merupakan salah satu penyebab hipertensi. Tapi umumnya adalah hipertensi sekunder," kata dokter Susetyo dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kemenkes, Senin (17/5/2021).

Ia menjelaskan, hipertensi sekunder artinya tekanan darah tinggi yang disebabkan akibat kebiasaan mendengkur atau konstruktif. Seseorang yang mengalami kondisi itu perlu melakukan tatalaksana penanganan obstructive sleep apnea tersebut agar tak lagi mendengkur saat tidur. 

"Jika itu bisa kita reduksi, kita kurangi tekanannya, syukur-syukur kita hilangkan, maka secara otomatis tekanan darah seseorang tersebut akan menurun," ucapnya.

Ia menambahkan, faktor risiko timbulnya hipertensi dibagi menjadi dua. Pertama, faktor risiko yang bersifat individual atau melekat pada seseorang seperti keturunan secara genetik. Dokter Susetyo menyampaikankan bahwa faktor risiko tersebut sulit untuk diubah.

"Jika semua anggota keluarga memiliki hipertensi maka ada kemungkinan besar nanti kita juga akan memiliki hipertensi," ucapnya.

Selain itu, ada juga faktor lain seperti usia lanjut dan jenis kelamin.

"Usia lebih dari 60 tahun, maka 30 persen lebih berisiko alami hipertensi. Kemudian jenis kelamin. Disebutkan bahwa jenis kelamin laki-laki itu lebih mudah menderita hipertensi dibandingkan jenis kelamin wanita," imbuhnya.

baca juga

Faktor risiko kedua, terkait dengan pola hidup atau perilaku hidup yang kurang sehat. Kebiasaan merokok, kurang beraktivitas fisik, kurang berolahraga, konsumsi garam harian cukup tinggi dapat memicu terjadinya tekanan darah jadi melonjak.
 
"Kemudian jika tipikal orang yang pekerjaannya mudah stres kemudian kurang konsumsi serat. Juga obesitas, kegemukan itu merupakan faktor-faktor risiko yang saya pikir harus diubah. Karena justru faktor risiko kedua inilah yang lebih banyak berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi pada seseorang," terangnya.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib Tahu, 5 Mitos Hipertensi yang Salah Kaprah

Wajib Tahu, 5 Mitos Hipertensi yang Salah Kaprah

Health | Senin, 17 Mei 2021 | 12:49 WIB

Dari Kepala Sampai Kaki, Ini Bahaya Komplikasi Hipertensi Pada Organ Tubuh

Dari Kepala Sampai Kaki, Ini Bahaya Komplikasi Hipertensi Pada Organ Tubuh

Health | Senin, 17 Mei 2021 | 12:34 WIB

Ibu Paula Verhoeven Kena Covid-19 dan Punya Riwayat Hipertensi, Bahayakah?

Ibu Paula Verhoeven Kena Covid-19 dan Punya Riwayat Hipertensi, Bahayakah?

Health | Minggu, 16 Mei 2021 | 17:00 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×