4 Tips Sehat Selama Lebaran setelah Sebulan Berpuasa Ramadhan

Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 18 Mei 2021 | 18:52 WIB
4 Tips Sehat Selama Lebaran setelah Sebulan Berpuasa Ramadhan
4 Tips Sehat Selama Lebaran setelah Sebulan Berpuasa Ramadhan - Ilustrasi makanan sehat (shutterstock)

Suara.com - Selepas sebulan menjalankan ibadah puasa, tiba masanya seluruh umat muslim merayakan hari lebaran. Saat lebaran, banyak yang kalap dengan menyantap berbagai menu makanan. Berikut ini tips sehat selama lebaran setelah sebulan berpuasa.

Setiap tahunnya, seluruh umat Islam di dunia merayakan Idul Fitri selepas menjalan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Tahun ini, Idul Fitri dirayakan serentak pada 13 Mei 2021. Pada perayaan Idul Fitri, tak sedikit orang yang kalap dengan mengonsumsi berbagai makanan secara berlebihan. Padahal hal itu bisa saja membuat kesehatan terganggu. Maka dari itu simak tips sehat selama lebaran setelah sebulan berpuasa.

Tips Jaga Sehat Selama Lebaran setelah Sebulan Berpuasa

Agar kesehatan tidak terganggu selama lebaran karena banyak mengonsumsi makanan, berikut ini tips sehat selama lebaran selepas puasa Ramadhan. Simak ya!

1. Hindari Kue Kering 

Agar saat lebaran kesehatan tetap terjaga, pastikan kamu menghindari kue kering saat kondisi perut kosong. Perlu diketahui, hampir semua kue kering menggunakan mentega atau margarin yang ada kandungan lemak trans (lemak jahat).

Lemak trans ini dapat memicu kenaikan asam lambung. Jika kamu mengonsumsi secara berlebihan, maka dapat membuat kadar kolesterol jahat dalam darah jadi meningkat.

2. Hindari Konsumsi Makanan Tinggi Lemak

Hampir semua menu makanan khas Lebaran mengandung kadar lemak yang tinggi, seperti opor, gulai, gorengan, dan rendang.

Selain memicu berat badan meningkat, makanan tinggi lemak juga dapat meningkatkan risiko penyakit lambung. Oleh karena itu, ada baiknya jangan terlalu berlebihan konsumsi makanan tinggi lemak.

3. Konsumsi Air Putih

Air putih mempunyai segudang manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Air putih semacam detox alami untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi air putih sebelum makan.

Bukan hanya itu, air putih berfungsi juga sebagai nutrisi dalam sistem peredaran darah. Disarankan untuk mengonsumsi air putih setidaknya sehari 1,5 hingga 2 liter.

4. Kurangi Minuman Manis

Minuman yang mengandung gula buatan memicu meningkatnya kadar gula darah. Kondisi ini mengakibatkan badan jadi lebih cepat lemas dan lesu karena kadar gula darah yang tak stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Ini Pamer Nastar Gerhana, Warganet Syok Pas Lihat Penampakannya

Orang Ini Pamer Nastar Gerhana, Warganet Syok Pas Lihat Penampakannya

Kalbar | Minggu, 16 Mei 2021 | 08:36 WIB

Sepele tapi Penting, Penanda di Toples Kue Kering Ini Disebut Penyelamat

Sepele tapi Penting, Penanda di Toples Kue Kering Ini Disebut Penyelamat

Lifestyle | Sabtu, 15 Mei 2021 | 11:42 WIB

Suka Minuman Manis? Ternyanya Bisa Sebabkan Kanker Usus Dini

Suka Minuman Manis? Ternyanya Bisa Sebabkan Kanker Usus Dini

Kaltim | Sabtu, 15 Mei 2021 | 10:50 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB