Wimar Witoelar Menderita Sepsis, Kenali Penyebab dan Gejala Penyakit Ini

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 19 Mei 2021 | 12:40 WIB
Wimar Witoelar Menderita Sepsis, Kenali Penyebab dan Gejala Penyakit Ini
Wimar Witoelar (Antara)

Suara.com - Mantan Juru Bicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yakni Wimar Witoelar meninggal dunia dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan.

Wimar Witoelar sempat dinyatakan kritis ketika menjalani perawatan medis di RS Pondok Indah sejak Rabu (13/5/2021) karena mengalami sepsis atau komplikasi akibat infeksi. Akibatnya, kondisi ini menyebabkan tekanan darah turun drastis dan memicu kerusakan pada banyak organ.

"Iya betul, sepsis dan multi organ failure, kondisi stabil, tapi dibius karena pakai ventilator, kondisinya memang kritis. Bisa stabil dengan bantuan alat-alat. Belum bisa komunikasi, lemah sekali," kata Erna pada Rabu (19/5/2021).

Sepsis adalah penyakit yang mengancam jiwa akibat respons tubuh terhadap infeksi. Sepsis berkembang ketika bahan kimia yang dilepaskan sistem kekebalan ke aliran darah untuk melawan infeksi menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Kasus sepsis yang parah bisa menyebabkan syok septik, yang merupakan kondisi darurat medis. Sepsis bisa terjadi ketika Anda masih menjalani perawatan di rumah sakit untuk pemulihan diri.

Karena itu, Anda perlu tahu penyebab dan gejala sepsis yang perlu diwaspadai.

Infeksi bisa memicu syok sepsis dan mengakibatkan kegagalan organ. (shutterstock)
Infeksi bisa memicu syok sepsis dan mengakibatkan kegagalan organ. (shutterstock)

Penyebab Sepsis

Umumnya, penyebab sepsis adalah infeksi bakteri, virus atau jamur yang memicu sistem imun beraksi tak terkendali untuk melawan infeksi. Kondisi ini menyebabkan peradangan menyebar hingga ke pembuluh darah dan mengakibatkan penyempitan serta kebocoran.

Tapi, penyakit infeksi dan kondisi tertentu memang lebih berisiko menyebabkan sepsis, seperti pneumonia dan infeksi paru lainnya, infeksi pada usu dan saluran cerna, infeksi luka operasi, infeksi saluran kemih, infeksi pada ginjal dan infeksi pembuluh darah.

baca juga

Menurut National Institute of General Medical Science dilansir dari Healthline, sepsis bisa terjadi akibat infeksi yang berlangsung di dalam paru-paru, ginjal atau saluran pencernaan.

Sedangkan, kondisi lain yang bisa menyebabkan sepsis adalah pertambahan usia karena sepsis lebih berisiko terjadi pada manula, peningkatan resistensi antibiotik karena minum obat sembarangan dan penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Wimar Witoelar bersama Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur [Tangkapan layar Twitter]
Wimar Witoelar bersama Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur [Tangkapan layar Twitter]

Gejala Sepsis

Gejala sepsis pun bisa beragam sesuai dengan tingkatannya, mulai gejala sepsis, sepsis parah, dan syok septik. Dilansir dari Hellosehat, Anda harus memperhatikan tanda-tanda berikut ini untuk mencari pertolongan medis segera.

1. Gejala sepsis

Sepsis akan memasuki tahap Systemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS) pada tahap awal, yang ditandai dengan dua gangguan kesehatan atau lebih.

Gejala sepsis tahap awal berupa demam, berkeringat, hipotermia, denyut nadi terlalu cepat, frekuensi napas terlalu cepat dan perubahan jumlah leukosit darah.

Secara medis, tanda-tanda pasien yang mengalami sepsis bisa diketahui dari tekanan darah sistolik yang kurang atau sama dengan 100 mmHg, pernapasan lebih tinggi dan suhu tubuh di atas 38,3 derajat celcius atau di bawah 36 derajat celcius.

2. Gejala sepsis parah

Pada tahapan ini, tingkat keparahan gejala sepsis cenderung lebih serius sehingga butuh penanganan medis segera. Sehingga Anda harus mewaspadai tanda-tandanya.

Orang yang mengalami gejala sepsis parah akan menunjukkan bercak atau ruam merah, kulit berubah warna, produksi urine menurun, perubahan mendadak dalam status kejiwaan, jumlah trombosit kurang, sulit bernapas, detak jantung abnormal, sakit perut dan kelelahan ekstrem.

3. Gejala syok septik

Sepsis yang berkembang lebih parah bisa menyebabkan syok septik, yang bisa menyebabkan kematian. Syok Septik menunjukkan adanya gangguan serius pada sistem peredaran darah dan metabolisme sel-sel tubuh.

Beberapa gejala syok septik berupa tekanan darah sangat rendah sehingga harus minum obat untuk menjaga tekanan darahnya dan tingginya kadar asam laktat dalam darah setelah menerima penggantian cairan yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkaca dari Wimar Witoelar, Ini Sebab Sepsis Bisa Berujung Pada Kematian

Berkaca dari Wimar Witoelar, Ini Sebab Sepsis Bisa Berujung Pada Kematian

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:31 WIB

Berkaca dari Wimar Witoelar, Begini Cara Diagnosis Sepsis

Berkaca dari Wimar Witoelar, Begini Cara Diagnosis Sepsis

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 10:13 WIB

Wimar Witoelar Meninggal Dunia Akibat Sepsis, Penyakit Apa Itu?

Wimar Witoelar Meninggal Dunia Akibat Sepsis, Penyakit Apa Itu?

Health | Rabu, 19 Mei 2021 | 09:49 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×