Berkaca dari Wimar Witoelar, Ini Sebab Sepsis Bisa Berujung Pada Kematian

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 19 Mei 2021 | 11:31 WIB
Berkaca dari Wimar Witoelar, Ini Sebab Sepsis Bisa Berujung Pada Kematian
Wimar Witoelar (Antara)

Suara.com - Mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Wimar Witoelar, meninggal dunia pagi tadi akibat sakit. Wimar telah dirawat selama sepekan di RS Pondok Indah karena mengalami sepsis atau komplikasi akibat infeksi yang dapat menimbulkan tekanan darah turun drastis serta kerusakan pada banyak organ.

Kabar duka itu disampaikan oleh Dirut InterMatrix Communication (IMX), Erna Indriana yang menyatakan, Wimar meninggal dunia pada pukul 09.00 WIB. Diketahui Wimar merupakan penderi dari IMX.

"Terima kasih doanya untuk rekan-rekan media, teman-teman dan sahabat Wimar Witoelar di mana pun berada. Mohon Wimar Witoelar dimaafkan. Wimar Witoelar sudah pergi dengan tenang sekitar pukul 09.00 WIB," kata Erna kepada Suara.com, Rabu (19/5/2021).

Dikutip dari EurekAlert, sepsis memang dianggap sebagai salah satu penyebab utama kematian di unit perawatan intensif. Sepsis mengakibatkan kelainan fungsi organ sistemik yang dipicu oleh respons disregulasi organisme terhadap penyebab infeksi, biasanya bakteri atau jamur. 

Wimar Witoelar [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Wimar Witoelar [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Akibat sepsis tersebut, sistem pertahanan justru melukai jaringan dan organ tubuh sendiri saat melawan sumber infeksi. Jika kondisi itu tidak segera dikenali dan diobati, dapat menyebabkan syok septik dan kegagalan multi organ hingga menyebabkan pasien meninggal dunia. 

Dalam jurnal ilmiah yang terbit di Frontiers in Immunology juga disebutkan bahwa sepsis tetap dapat menyebabkan perubahan fungsi sel pertahanan meski pasien telah keluar dari rumah sakit. Pemrograman ulang seluler itu menciptakan gangguan yang disebut sindrom pasca-sepsis. 

Gejalanya meliputi sering infeksi ulang, perubahan kardiovaskular, cacat kognitif, penurunan fungsi fisik, dan kualitas hidup yang buruk. 

Fenomena tersebut menjelaskan mengapa begitu banyak pasien yang selamat dari sepsis tetapi kemudian meninggal lebih cepat setelah keluar dari rumah sakit, dibandingkan pasien dengan penyakit lain atau menderita sindrom pasca-sepsis, imunosupresi dan peradangan kronis.

Menurut Raquel Bragante Gritte, penulis utama dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa pemrograman ulang metabolik dimulai dari sumsum tulang, yang sel-selnya memperoleh profil pro-inflamasi. 

baca juga

"Analisis kami terhadap sampel darah dari pasien, bahkan tiga tahun setelah keluar dari ICU menunjukkan bahwa monosit (sejenis sel pertahanan) diaktifkan dan siap untuk melawan. Padahal mereka seharusnya netral. Monosit biasanya diaktifkan hanya ketika 'direkrut' ke jaringan," kata Gritte kepada Agência FAPESP.

Sepsis bukan kasus langka dalam dunia medis. Tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan laporan pertamanya tentang epidemiologi global sepsis. Tercatat bahwa sebagian besar kejadian dan kematian akibat sepsis telah membebani negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Tidak baiknya sistem pendataan, terutama di negara-negara miskin, menghalangi upaya untuk mengatasi masalah tersebut.

Kasus baru sepsis diperkirakan berjumlah total sekitar 49 juta per tahun di seluruh dunia. Kematian rumah sakit akibat syok septik melebihi 40 persen secara global, lebih dari setengahnya berada di Brasil, menurut studi Sepsis Prevalence Assessment Database (SPREAD), yang dilakukan dengan dukungan dari FAPESP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenang Wimar Witoelar, Fadjroel Rachman: Bang Wimar Guru Jubir Presiden

Kenang Wimar Witoelar, Fadjroel Rachman: Bang Wimar Guru Jubir Presiden

News | Rabu, 19 Mei 2021 | 11:22 WIB

Wimar Witoelar Meninggal Dunia, Ini Sosoknya yang Dekat dengan Gus Dur

Wimar Witoelar Meninggal Dunia, Ini Sosoknya yang Dekat dengan Gus Dur

Surakarta | Rabu, 19 Mei 2021 | 10:56 WIB

Obituari: Wimar Witoelar Wafat, Ini Kenangan Mobil Hadiah Undian

Obituari: Wimar Witoelar Wafat, Ini Kenangan Mobil Hadiah Undian

Otomotif | Rabu, 19 Mei 2021 | 10:56 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×