Anemia Sebabkan Perempuan Lahir Bayi Stunting

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 27 Mei 2021 | 18:30 WIB
Anemia Sebabkan Perempuan Lahir Bayi Stunting
Ilustrasi anemia

Suara.com - Meski prevalensi stunting cenderung menurun, namun Indonesia masih menempati urutan kedelapan dari 10 negara ASEAN dengan angka stunting tertinggi.

Stunting sendiri merupakan keadaan anak gagal tumbuh karena kekurangan gizi kronis selama 1000 hari pertama kehidupan.

Direktur Gizi Masyarakat di Kementerian Kesehatan Dhian Probhoyekti mengatakan, salah satu cara mengentaskan stunting yaitu dengan menurunkan angka anemia atau kekurangan sel darah merah di kalangan remaja putri.

"Hal ini (menurunkan anemia pada remaja putri), tidak secara langsung akan berkontribusi penurunan stunting ke depannya," ujar Dhian dalam konferensi pers MIRTA Youth Nutrition International, Kamis (27/5/2021).

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 prevalensi anemia pada anak remaja usia 15 hingga 24 tahun sebesar 32 persen. Data ini mengisyaratkan 2 sampai 3 dari 10 remaja Indonesia mengalami anemia.

Sedangkan di periode usia remaja itu, 32 persen di antaranya berpotensi menjalani pernikahan usia dini dan menyebabkan perempuan muda hamil dalam kondisi anemia.

Sehingga, kata Dhian fokus memperbaiki gizi remaja putri termasuk yang anemia, jadi sasaran prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024.

"Karena kesehatan gizi dan remaja akan memengaruhi status kesehatan dan gizi periode berikutnya. Khususnya pada saat remaja putri tersebut siap menjadi calon ibu," terang Dhian.

Harapannya, apabila anemia berhasil diturunkan maka remaja putri bisa jadi seorang ibu hamil yang sehat, sehingga anak tidak kekurangan gizi yang akhirnya risiko stunting menurun.

"Hal ini tidak secara langsung akan berkontribusi penurunan stunting, ke depannya lahir bayi sehat ibu sehat bebas anemia," pungkas Dhian.

Itulah mengapa Kemenkes membuat program kerjasama dengan Nutrition International untum membuat program MITRA Youth, yakni program pencegahan anemia pada remaja putri di 10 kabupaten di Jawa Timur dan 10 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemberian tablet tambah darah melalui fasilitas kesehatan dan sekolah, edukasi orangtua tentang pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sistem Kesehatan yang Sistematis Dianggap Bisa Cegah Kasus Kematian Ibu dan Anak

Sistem Kesehatan yang Sistematis Dianggap Bisa Cegah Kasus Kematian Ibu dan Anak

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 18:25 WIB

Banyak Daerah Tak Becus Kelola DAK untuk Turunkan Kasus Stunting

Banyak Daerah Tak Becus Kelola DAK untuk Turunkan Kasus Stunting

News | Senin, 24 Mei 2021 | 13:35 WIB

Belum Optimal, Kepala Daerah Diminta Pakai Dana TKDD buat Turunkan Stunting

Belum Optimal, Kepala Daerah Diminta Pakai Dana TKDD buat Turunkan Stunting

News | Senin, 24 Mei 2021 | 11:21 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB