Indonesia Masuk 10 Negara Penyumbang Perokok Terbanyak di Dunia

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 30 Mei 2021 | 13:22 WIB
Indonesia Masuk 10 Negara Penyumbang Perokok Terbanyak di Dunia
Ilustrasi perokok

Suara.com - Jumlah perokok di dunia terus naik dan mencapai angka tertinggi sejak 2019. Tercatat ada 1,1 miliar perokok di seluruh dunia dan menyebabkan hampir 8 juta kematian akibat kebiasaan tak sehat tersebut.

Penelitian terbaru menemukan meski pengguna tembakau melambat dalam 10 tahun terakhir, namun pertumbuhan populasi yang bertambah mengakibatkan peningkatan jumlah perokok. 

"Negara-negara memiliki peluang yang jelas dan mendesak untuk mengeluarkan kebijakan yang kuat dan ilmiah untuk mempercepat penurunan prevalensi merokok dan meraup manfaat kesehatan bagi warganya," tulis laporan penelitian tersebut.

Hasil studi tersebut dipublikasikan dalam The Lancet dengan data 204 negara dan wilayah sebagai bagian dari studi Global Burden of Diseases 2019. 

Para peneliti menyoroti tiga pola yang penting, termasuk kemajuan kecil yang dicapai negara-negara seperti China dan Indonesia dengan populasi besar dan prevalensi perokok berat, peningkatan jumlah perokok dari waktu ke waktu karena pertumbuhan populasi, dan kemajuan yang melambat. 

Menurut para peneliti, ada sepuluh negara yang menyumbang hampir dua pertiga dari jumlah perokok global. Yakni, China, India, Indonesia, Amerika Serikat, Rusia, Bangladesh, Jepang, Turki, Vietnam, dan Filipina.

Terlebih lagi, 30 persen dari semua perokok di seluruh dunia tinggal di China pada 2019, menurut penelitian tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perokok memulai kebiasaan itu antara usia 14-25 tahun. Kondisi tersebut makin mempertegas  perlunya pencegahan merokok pada populasi usia muda.

"Tidak seperti faktor risiko lain, seperti obesitas, diet, dan hipertensi, jika seseorang tidak menjadi perokok tetap pada usia 25 tahun, maka mereka tidak mungkin menjadi perokok,” tertulis dalam laporan penelitian tersebut.

baca juga

Salah satu penulis senior dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), University of Washington Profesor Emmanuela Gakidou mengatakan bahwa merokok merupakan faktor risiko utama yang mengancam kesehatan setiap orang di seluruh dunia. Tetapi sayangnya pengendalian tembakau tidak merata di banyak negara.

"Prevalensi merokok yang terus-menerus tinggi di kalangan anak muda di banyak negara, bersama dengan perluasan produk tembakau dan nikotin baru, menyoroti kebutuhan mendesak untuk melipatgandakan pengendalian tembakau," kata Gakidou dikutip dari Fox News.

Masalah kesehatan paling umum terkait dengan merokok, baik pada perempuan maupun laki-laki yakni penyakit jantung iskemik, penyakit paru obstruktif kronik, trakea, bronkus, dan kanker paru-paru juga stroke. Para peneliti mencatat 72 persen dari semua kematian terkait dengan merokok tembakau pada tahun 2019.

"Temuan kami adalah seruan segera untuk bertindak bagi negara-negara untuk menerapkan dan menegakkan kebijakan pengendalian tembakau yang lebih kuat daripada yang ada saat ini. Fungsinya untuk menargetkan intervensi, memantau kemajuan, mengalokasikan sumber daya, dan merencanakan sistem kesehatan di masa depan," tulis para peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemulihan Ekonomi dari Pandemi Lebih Penting Ketimbang Revisi PP 109/2012

Pemulihan Ekonomi dari Pandemi Lebih Penting Ketimbang Revisi PP 109/2012

Bisnis | Sabtu, 29 Mei 2021 | 18:57 WIB

Dikirim ke Jakarta, Polisi Ungkap Bandar Tembakau Sintetis di Banten Beromzet Rp500 Juta

Dikirim ke Jakarta, Polisi Ungkap Bandar Tembakau Sintetis di Banten Beromzet Rp500 Juta

News | Jum'at, 28 Mei 2021 | 15:07 WIB

1,1 Miliar Orang Merokok di Dunia, Indonesia Masuk 10 Besar

1,1 Miliar Orang Merokok di Dunia, Indonesia Masuk 10 Besar

Sumbar | Jum'at, 28 Mei 2021 | 16:15 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×