Tidak Hanya Paru-Paru, Virus Corona dapat Masuk ke Pankreas dan Memperburuk Diabetes!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 02 Juni 2021 | 15:02 WIB
Tidak Hanya Paru-Paru, Virus Corona dapat Masuk ke Pankreas dan Memperburuk Diabetes!
Pankreas bermasalah (Freepik/agartist)

Suara.com - Virus corona (SARS-CoV-2) dapat menginvasi banyak organ di dalam tubuh penderitanya. Bahkan, virus penyebab Covid-19 tersebut dapat masuk ke pankreas.

Berdasarkan studi baru, SARS-CoV-2 dapat menginfeksi sel penghasil insulin di pankreas, yakni sel beta. Infeksi ini berpotensi memperburuk gejala diabetes, terutama diabetes tipe 1.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan Covid-19 parah dapat memicu diabetes pada orang yang tidak memiliki riwayat kondisi tersebut sebelumnya. Artinya, infeksi virus corona dapat meningkatkan kemungkinan bahwa virus menginfeksi sel beta.

Penulis senior Peter Jackson, profesor di departemen mikrobiologi dan imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Standford menjalankan eksperimen pada jaringan pankreas di donor organ. Sebanyak 9 pendonor sudah meninggal akibat Covid-19 parah dan 18 lainnya karena penyebab lain.

Pada kelompok pertama, peneliti menemukan virus secara langsung menginfeksi sel beta pada beberapa orang. Dalam percobaan laboratorium, virus dapat menginfeksi, merusak, dan membunuh sel beta.

Penyakit pankreas bisa menyebabkan masalah kesehatan serius, jangan disepelekan. (Shutterstock)
Ilustrasi pankreas. (Shutterstock)

Selain itu, sel beta yang terinfeksi juga menghasilkan lebih sedikit insulin ketika terkena glukosa dalam makanan. Pada sel yang terinfeksi, sinyal molekuler yang terkait dengan kematian sel mulai melonjak.

Studi ini menimbulkan pertanyaan lain. Dengan asumsi virus menyerang sel beta pada orang hidup seperti halnya di piring laboratorium, bagaimana virus pertama kali mencapai pankreas?

Jackson mengatakan bahwa timbulnya pneumonia dapat membantu virus keluar dari saluran udara dan memicu infeksi sekunder di organ lain, termasuk pankreas.

"Tetapi untuk saat ini masuih belum jelas," sambung Jackson, dilansir Live Science.

Studi ini juga hanya melibatkan orang dengan penyakit parah, jadi tidak jelas apakah infeksi pankreas pernah terjadi pada infeksi Covid-19 ringan.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami peran sistem kekebalan dalam infeksi pankreas.

"Secara teori, infeksi langsung dapat memicu peradangan secara luas di pankreas, menyebabkan kerusakan, dan pada orang yang rentan terhadap diabetes tipe 1, dapat terpicu atau mengalami kondisi buruk serangan autoimun pada organ. Tapi untuk saat ini, itu semua spekulasi," ujar rekan penulis senior Raul Andino, seorang profesor di departemen mikrobiologi dan imunologi di Universitas California, San Fransisco.

Mengingat keterbatasan studi piring laboratorium, para peneliti membutuhkan penelitian besar tentang pankreas dari orang yang meninggal karena Covid-19 untuk memastikan organ tersebut terinfeksi secara langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Kanker Pankreas, Waspadai Kesulitan Membilas Feses saat BAB

Gejala Kanker Pankreas, Waspadai Kesulitan Membilas Feses saat BAB

Health | Selasa, 23 Maret 2021 | 16:42 WIB

Apakah Warna Feses Anda Pucat? Hati-hati Tanda Kanker Pankreas!

Apakah Warna Feses Anda Pucat? Hati-hati Tanda Kanker Pankreas!

Health | Jum'at, 05 Maret 2021 | 21:03 WIB

Gejala Kanker Pankreas, Cek Warna dan Bau Feses Anda Saat BAB!

Gejala Kanker Pankreas, Cek Warna dan Bau Feses Anda Saat BAB!

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 15:51 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB