Terungkap! Infeksi Jamur Hitam Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi Covid-19

Kamis, 03 Juni 2021 | 14:19 WIB
Terungkap! Infeksi Jamur Hitam Sudah Ada di Indonesia Sebelum Pandemi Covid-19
Ilustrasi penyakit jamur hitam yang menyerang paru-paru. (Pixabay/oracast)

Suara.com - Penyakit mukormikosis atau yang lebih dikenal publik infeksi jamur hitam menewaskan lebih dari 300 orang di Indonesia.

Siapa sangka, infeksi ini sebetulanya juga pernah dideteksi di Indonesia, bahkan sebelum terjadi pandemi Covid-19. Infeksi yang disebabkan jamur mucormycetes itu memang bisa ditemukan di negara manapun, terutama dengan lingkungan yang tidak bersih.

"Beberapa masa sebelum pandemi, kita sudah terima laporan kasus, terutama di RS Persahatan ada, RS Cipto. Kita ketemu kasus pada pasien THT," kata dokter spesialis paru dr. Anna Rozaliyani, Sp.P(K)., dalam webinar Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Kamis (3/6/2021).

Ketika itu jumlah kasus infeksi mukormikosis di Indonesia memang tak sebanyak yang terjadi di India saat ini. Menurut dr. Anna, jumlahnya dari seluruh daerah tidak sampai 50 kasus dalam setahun.

"Tetapi meskipun kelihatan jumlahnya sedikit, penyakit ini angka kematiannya sangat tinggi," imbuh dr. Anna.

Menurutnya, seseorang yang terkena sakit mukormikosis akan sulit sembuh terlebih jika pengobatannya terlambat. Sehingga potensi pasien meninggal sangat tinggi.

Di samping itu, jamir mucormycetes yang jadi penyebabnya juga memiliki karakteristik berkembang sangat cepat di dalam tubuh manusia.

"Kita PR lagi ketersediaan obat. Obat yang ditanggung Kemenkes jumlahnya sangat sedikit di Indonesia. Obat anti jamir itu tidak sampai 10, mungkin hanya 3 sampai 4 yang sudah beredar di masyarakat. Ada juga yang mengatakan kalau salah berikan obat berpotensi munculkan infeksi yang tidak cocok," ucapnya.

Sementara itu, selama pandemi Covid-19 terjadi belum ada laporan infeksi mukormikosis di masyarakat. Bukan berarti tidak ada sama sekali, dr. Anna khawatir justru infeksi tersebut tidak terdeteksi karena kemampuan laboratorium di setiap daerah Indonesia yang belum memadai untuk melakukan diagnosis mukormikosis.

Baca Juga: Bukan Infeksi Jamur Hitam! Ini Istilah yang Benar Menurut Dokter

"Potensi (kasus bertambah) ada, hanya saja potensi laboratorium harus ditingkatkan. Itu memang yang banyak fasilitas di kita pemeriksaan klasik, jadi dengan pemeriksaan di bawah mikroskop atau morfologi. (Jamur mucormycetes) memang mirip dengan jamur lain. Ini yang kita harus hati-hati, kalau tidak yakin kita mungkin bisa konsultasi dengan laboratorium jamur yang lebih lengkap," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI