Array

Terungkap, Ini Sebab Infeksi Mukormikosis Timbulkan Bercak Hitam

Kamis, 03 Juni 2021 | 18:55 WIB
Terungkap, Ini Sebab Infeksi Mukormikosis Timbulkan Bercak Hitam
Infeksi jamur hitam atau mukormikosis (Core.ac.uk)

Suara.com - Penyakit mukormikosis bisa menyebabkan kematian jaringan organ hingga menimbulkan bercak hitam pada permukaan kulit. Sehingga wajar saja masyarakat awam lebih mengenalnya sebagai infeksi jamur hitam.

Tak sesuai namanya yang populer di masyarakat, jamur mucormycetes penyebab infeksi mukormikosis tidak sama sekali berwarna hitam. 

Dokter spesialis paru dr. Anna Rozaliyani  Sp.P(K)., menjelaskan bahwa jamur tersebut punya kemampuan merusak jaringan organ dengan sangat cepat. Hingga bisa menyebabkan kematian jaringan organ. Termasuk yang paling sering diserang adalah jaringan pembuluh darah dan menyebabkan trombosis atau gumpalan darah. 

"Sehingga menyebabkan timbul kelainan jaringan yang mati jadi berwarna hitam. Ini yang harus kita waspadai," jelas dokter Anna dalam webinar Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Kamis (3/6/2021).

Infeksi jamur hitam atau mukormikosis (Core.ac.uk)
Infeksi jamur hitam atau mukormikosis (Core.ac.uk)

Daya kecepatan infeksi jamur mucormycetes bisa dalam hitingan 24 jam, lanjut dokter Anna. Sehingga risiko kematiannya bisa sangat tinggi, tergantung dari kondisi pasien. 

"Tidak tertolong kalau kondisi pasien sudah sangat berat. Apakah ada faktor risiko yang memberatkan penyakitnya kemudian bagian tubuh mana yang terkena infeksi. Prinsipnya jamur ini bisa menyerang ke berbagai sistem organ, salah satu khasnya gejala klinisnya cepat sekali. Mungkin bukan hitungan minggu tapi hari," paparnya.

Sayangnya, diagnosis mukormikosis tidak bisa terjadi begitu saja. Tenaga medis haris berhati-hati dalam menetapkan diagnosis agar tidak terjadi kesalahan, terlebih jika fasilitas laboratorium masih terbatas. 

Dokter Anna mengatakan, selain melihat gejala klinis yang dialami pasien, dokter juga harus mendapatkan informasi lain seperti riwayat kesehatan pasien, faktor risiko, hingga kelainan fisik yang terjadi. 

"Paling penting juga pemeriksaan yang akan menentukan mikormikosis atau bukan. Salah satunya dengan pemeriksaan mikroskop," pungkasnya.

Baca Juga: Duh, Kematian karena Infeksi Jamur Hitam Sudah Merambak ke Irak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI