Buang Air Besar Seperti Ini, Waspadai Gejala Diabetes Tipe 2

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 04 Juni 2021 | 18:10 WIB
Buang Air Besar Seperti Ini, Waspadai Gejala Diabetes Tipe 2
Ilustrasi sulit buang air besar. [Shutterstock]

Suara.com - Diabetes tipe 2 sering kali tanpa gejala pada tahap awal. Sehingga banyak orang hidup dengan kondisi tersebut tanpa menyadarinya.

Meskipun mungkin tampak tidak berbahaya, diabetes membuat pankreas tidak memproduksi cukup insulin untuk mengatur kadar gula darah. Suatu jenis gula utama yang ditemukan dalam darah.

Seiring waktu, kadar gula darah yang tinggi secara konsisten dapat menimbulkan kerusakan pada tubuh.

Salah satu tanda kerusakan gula darah adalah diare, suatu kondisi yang ditandai dengan buang air besar yang lebih encer atau lebih sering dari biasanya.

Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Dilansir dari Express UK, Dr Angela Rai, dokter umum di The London General Practice menjelaskan mekanisme yang mendasari diabetes tipe 2.

"Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan saraf dan menyebabkan kondisi yang disebut neuropati otonom," jelasnya.

Neuropati otonom mempengaruhi organ yang berbeda dan dapat mempengaruhi kontrol tekanan darah, sistem pencernaan, kontrol kandung kemih dan fungsi seksual.

Neuropati otonom juga dapat menyebabkan konstipasi, di mana Anda tidak buang air besar secara teratur seperti biasanya, ia memperingatkan.

Ada beberapa alasan mengapa sembelit dapat muncul pada penderita diabetes.

“Kadar gula yang tinggi dapat meningkatkan kemungkinan sembelit dan dehidrasi pada diabetes dapat menyebabkan sembelit,” jelas Dr Rai.

Dia melanjutkan: "Perubahan dalam makan seperti membatasi produk gandum dapat menyebabkan sembelit dan obat diabetes juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan yang menyebabkan diare atau sembelit."

Tanda-tanda peringatan lainnya termasuk:

  • Kencing lebih dari biasanya, terutama di malam hari
  • Merasa haus sepanjang waktu
  • Merasa sangat lelah
  • Menurunkan berat badan tanpa berusaha
  • Gatal di sekitar penis atau vagina Anda, atau sariawan berulang kali
  • Luka atau luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh
  • Penglihatan kabur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Buah dan Sayuran Terbukti Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Makan Buah dan Sayuran Terbukti Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 12:27 WIB

4 Penyakit yang Bisa Muncul Jika Sering Nahan BAB, Ngeri Deh!

4 Penyakit yang Bisa Muncul Jika Sering Nahan BAB, Ngeri Deh!

Your Say | Kamis, 03 Juni 2021 | 19:32 WIB

Makan Roti atau Nasi setelah Selesai Diet Justru Bikin Berat Badan Naik Lebih Banyak!

Makan Roti atau Nasi setelah Selesai Diet Justru Bikin Berat Badan Naik Lebih Banyak!

Health | Rabu, 02 Juni 2021 | 19:52 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB