Penyintas Covid-19 Justru Terlindungi dari Infeksi Ulang Selama 10 Bulan, Ini Temuan Ahli!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 05 Juni 2021 | 08:25 WIB
Penyintas Covid-19 Justru Terlindungi dari Infeksi Ulang Selama 10 Bulan, Ini Temuan Ahli!
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan orang yang sudah terinfeksi virus corona Covid-19 akan terlindungi dari infeksi lain setidaknya selama 10 bulan. Temuan ini merupakan kabar baik, karena orang yang sebelumnya pernah terinfeksi sangat tidak mungkin menderita penyakit yang sama sebanyak 2 kali dalam setahun.

Ketika orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 memiliki antibodi setelah sembuh dan program vaksinasi yang semakin cepat, hal ini bisa memberikan harapan bahwa kasus virus corona Covid-19 akan segera menurun tajam.

Studi Vivaldi yang dipimpin oleh University College London mengamati lebih dari 2.000 penghuni panti jompo dan staf di 100 panti jompo. Mereka menjalani tes antibodi untuk melihat orang yang sebelumnya pernah terinfeksi virus corona Covid-19 pada gelombang pertama pandemi.

Antibodi adalah protein dalam darah yang terlibat dalam memerangi infeksi virus corona. Antibodi ini menandakan seseorang pernah terinfeksi virus corona dan harus dilindungi dalam batas waktu tertentu di masa depan.

Kemudian, para peneliti menyimpan catatan hasil tes Covid-19 antara Oktober 2020 hingga Februari 2021 milik 682 warga dan 1.429 anggota staf. Mereka menemukan hanya sejumlah kecil orang yang pernah terinfeksi virus corona memiliki antibodi.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Menurut temuan yang diterbitkan dalam Lancet Healthy Longevity, hanya 4 warga dan 10 orang dari 634 penyintas virus corona yang terkonfirmasi positif viru corona Covid-19. Dari 1.477 peserta yang belum pernah terinfeksi, 93 warga dan 111 staf mendapat swab positif Covid-19.

Artinya, penduduk dengan antibodi 85 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi kembali selama periode 4 bulan dibandingkan penduduk yang tidak pernah terinfeksi virus corona sama sekali.

Begitu pula dengan staf yang pernah terinfeksi virus corona sebelumnya memiliki risiko 60 persen lebih kecil mengalami infeksi ulang dibandingkan staf atau pekerja yang belum pernah terinfeksi virus corona.

Para peneliti mengatakan temuan ini menunjukkan perlindungan yang kuat pada kedua kelompok, yakni kelompok yang pernah terinfeksi virus corona Covid-19 dan kelompok yang menjalani vaksinasi.

baca juga

"Ini benar-benar kabar baik bahwa infeksi alami melindungi terhadap infeksi ulang dalam periode waktu yang cukup lama. Risiko teringeksi dua kali nampaknya juga sangat rendah," kata Dr Mariah Krutikov, dari Institut Informatika Kesehatan UCL dikutip dari The Sun.

Dr Mariah mengatakan fakta bahwa infeksi virus corona sebelumnya memberikan perlindungan tingkat tinggi kepada penghuni rumah jompo juga meyakinkan, mengingat kekhawatiran masa lalu bahwa orang dalam kelompok ini memiliki respons kekebalan yang lemah karena seiring bertambahnya usia.

"Temuan ini sangat penting bagi kelompok rentan, mengingat kelompok ini belum menjadi fokus banyak penelitian," katanya.

Tidak seorang pun dalam penelitian ini telah divaksinasi, tetapi tim peneliti berharap untuk menganalisisnya juga dan membandingkan perlindungannya dengan mereka yang memiliki kekebalan alami.

Dr Laura Shallcross dari UCL mengatakan ini adalah langkah penting di tengah munculnya varian baru virus corona Covid-19. Penelitian tersebut, oleh Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial, mendukung penelitian terbaru lainnya yang menunjukkan antibodi masih bekerja penuh hampir setahun setelah infeksi.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St Louis mengungkapkan bahwa sel-sel kekebalan di sumsum tulang terus mengeluarkan antibodi tingkat rendah, termasuk setelah kadar dalam darahnya mulai menurun usia infeksi.

Tim peneliti juga meluruskan bahwa gagasan tentang kekebalan tubuh hanya bertahan singkat adalah salah tafsir. Mereka mengklaim kekebalan yang terbentuk setelah terinfeksi virus corona itu bisa bertahan seumur hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khusus Penderita Virus Corona Covid-19, Hindari 3 Latihan Pernapasan Ini

Khusus Penderita Virus Corona Covid-19, Hindari 3 Latihan Pernapasan Ini

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 11:32 WIB

Terapi Aroma, Cara Ahli Aroma di New York Pulihkan Penciuman Penyintas Covid-19

Terapi Aroma, Cara Ahli Aroma di New York Pulihkan Penciuman Penyintas Covid-19

Video | Kamis, 03 Juni 2021 | 11:44 WIB

Ilmuwan Israel Temukan Hubungan Antara Vaksin Pfizer dengan Miokarditis

Ilmuwan Israel Temukan Hubungan Antara Vaksin Pfizer dengan Miokarditis

Health | Kamis, 03 Juni 2021 | 08:17 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB