Kenapa Sebagian Orang Alami Efek Samping Vaksin Covid-19, dan yang Lain Tidak?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 11 Juni 2021 | 13:43 WIB
Kenapa Sebagian Orang Alami Efek Samping Vaksin Covid-19, dan yang Lain Tidak?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Efek samping sementara seperti sakit kepala, kelelahan, dan demam merupakan gejala paling umum bagi seorang usai vaksinasi Covid-19. Banyak orang kemudian mempertanyakan bahwa mengapa sebagian orang mengalami efek samping sementara yang lain tidak?

Sebenarnya, efek samping di atas adalah tanda-tanda sistem kekebalan tubuh meningkat serespons normal terhadap vaksin. Semuanya umum.

“Sehari setelah mendapatkan vaksin ini, saya tidak akan merencanakan apa pun yang merupakan aktivitas fisik yang berat,” kata Dr. Peter Marks, kepala vaksin Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, yang mengalami kelelahan setelah dosis pertamanya.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Dilansir dari New York Post, sistem kekebalan memiliki dua fungsi utama, dan yang pertama bekerja segera setelah tubuh mendeteksi penyusup asing. Sel darah putih berkerumun ke situs, mendorong peradangan yang bertanggung jawab untuk kondisi menggigil, nyeri, kelelahan dan efek samping lainnya.

Langkah respons cepat sistem kekebalan ini cenderung berkurang seiring bertambahnya usia. Ini juga yang jadi salah satu alasan orang yang lebih muda melaporkan efek samping lebih sering daripada orang dewasa yang lebih tua.

Selain itu, beberapa vaksin juga menimbulkan lebih banyak reaksi daripada yang lain. Oleh sebab itu setiap orang bereaksi berbeda.

Jika tidak merasakan apa-apa satu atau dua hari setelah salah satu dosis, itu tidak berarti vaksin tidak bekerja.

Kemudian vaksin sendiri menggerakkan bagian kedua dari sistem kekebalan, yang akan memberikan perlindungan nyata dari virus dengan memproduksi antibodi.

Bahkan jika Anda tidak merasakan apa-apa beberapa hari setelah menerima dosis vaksin Covid-19, itu tidak berarti vaksin tersebut tidak berfungsi.

Saat sistem kekebalan diaktifkan, kadang-kadang juga menyebabkan pembengkakan sementara di kelenjar getah bening, seperti di bawah lengan. Perempuan didorong untuk menjadwalkan mammogram rutin sebelum vaksinasi Covid-19 untuk menghindari pembengkakan kelenjar getah bening yang disalahartikan sebagai kanker.

Tidak semua efek samping bersifat rutin. Tetapi setelah ratusan juta dosis vaksin diberikan di seluruh dunia - dan pemantauan keamanan yang intens - hanya sedikit risiko serius yang telah diidentifikasi.

Sebagian kecil orang yang mendapat vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca dan Johnson & Johnson melaporkan jenis gumpalan darah yang tidak biasa. Beberapa negara mencadangkan suntikan itu untuk orang dewasa yang lebih tua tetapi otoritas pengatur mengatakan manfaat menawarkannya masih lebih besar daripada risikonya.

Orang juga kadang-kadang memiliki reaksi alergi yang serius. Itulah mengapa seorang diminta untuk menunggu sekitar 15 menit setelah mendapatkan semua jenis vaksin Covid-19 — untuk memastikan reaksi yang muncul dan dapat segera diobati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Massal Diserbu Warga, Antrean Mengular hingga 2 Km

Vaksinasi Massal Diserbu Warga, Antrean Mengular hingga 2 Km

Jabar | Jum'at, 11 Juni 2021 | 12:23 WIB

Dikawal Ganjar, Jokowi Tinjau Vaksinasi Seribu Orang di Pelabuhan Tanjung Emas

Dikawal Ganjar, Jokowi Tinjau Vaksinasi Seribu Orang di Pelabuhan Tanjung Emas

News | Jum'at, 11 Juni 2021 | 11:43 WIB

Warga Kulit Hitam di AS Masih Ragu untuk Divaksin

Warga Kulit Hitam di AS Masih Ragu untuk Divaksin

Video | Jum'at, 11 Juni 2021 | 12:00 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB