alexametrics

Indonesia Kedatangan 1 Juta Vaksin Sinopharm Siang Nanti

Iwan Supriyatna | Ummi Hadyah Saleh
Indonesia Kedatangan 1 Juta Vaksin Sinopharm Siang Nanti
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan diplomasi dengan negara lain untuk mendatangkan vaksin Covid-19 selain Sinovac Biotech, vaksin dari China, Selasa (8/12/2020). [Suara.com/Stephanus]

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia akan kembali kedatangan vaksin pada Jumat (11/6/2021) siang ini.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia akan kembali kedatangan vaksin pada Jumat (11/6/2021) siang ini. Vaksin yang datang yakni sebanyak 1 juta dosis vaksin Sinopharm.

"InsyaAllah siang Jumat (11/6), akan tiba juga 1 juta dosis vaksin Sinopharm yang akan digunakan untuk program vaksin gotong royong," ujar Retno dalam jumpa pers, Kamis (10/6/2021) malam.

Retno menyebut pada Kamis (10/6/2021), Indonesia kedatangan vaksin AstraZeneca sebanyak 1.504.800 dosis.

Sehingga total keseluruhan vaksin yang diperoleh Indonesia berjumlah 93.728.400 dosis.

Baca Juga: 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia, Menlu Retno: Alhamdulillah

"Dengan dua kedatangan vaksin Astrazeneca tanggal 5 Juni dan 10 Juni, maka jumlah total vaksin Astrazeneca dari Covax Facility yang diperoleh secara gratis adalah 8.228.400 dosis vaksin jadi. Jika ditambah secara keseluruhan, maka jumlah total vaksin yang telah diterima Indonesia saat ini adalah 93.728.400 dosis," tutur dia.

Tak hanya itu, Retno menuturkan Indonesia saat ini menggunakan 3 jenis vaksin yaitu Sinovac, Astrazeneca, dan Sinopharm.

Ketiga jenis vaksin tersebut kata Retno telah memperoleh emergency use list (EUL) atau telah tersertifikasi dari WHO.

Sehingga vaksin yang digunakan di Indonesia telah memenuhi persyaratan internasional baik kualitas, keamanan dan efektivitasnya.

"Ini tentunya menunjukkan bahwa vaksin yang dipakai di Indonesia telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal kualitas, keamanan, dan efektivitasnya untuk digunakan pada masa darurat kesehatan," ucap Retno.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Disdik Sleman: Belum Vaksin Tak Boleh Mengajar

Retno menyebut per 10 Juni 2021, WHO telah memberikan EUL kepada 6 jenis vaksin yaitu Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna, Astrazeneca, Sinopharm, dan Sinovac.

Komentar