Temuan Baru, Varian Delta Tingkatkan Risiko Rawat Inap 2 Kali Lipat!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 16 Juni 2021 | 14:30 WIB
Temuan Baru, Varian Delta Tingkatkan Risiko Rawat Inap 2 Kali Lipat!
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Sebuah penelitian di Skotlandia menemukan virus corona Covid-19 varian Delta membawa risiko pasien rawat inap 2 kali lipat dibandingkan dengan varian Alpha, terutama pada pasien dengan 5 atau lebih penyakit penyerta.

Karena itu, Skotlandia pun menetapkan bahwa varian Delta ini menjadi strain virus corona Covid-19 yang paling dominan di negara itu sekitar sebulan yang lalu.

Para peneliti atas nama Kesehatan Masyarakat Skotlandia, menganalisis data menggunakan program pengawasan Covid-19 untuk menyelidiki risiko pasien rawat inap rumah sakit dan memperkirakan efektivitas vaksinasi guna mencegah risiko rawat inap akibat varian Delta.

Selama proses Penelitian antara 1 April hingga 6 Juni 2021, ada 19.543 kasus virus corona, 377 di antaranya memerlukan rawat inap. Dari rawat inap tersebut, 134 kasus adalah S gen-positif.

Dalam analisis sebelumnya, para peneliti telah menentukan bahwa 97 persen gen S, kasus positif yang diurutkan di Skotlandia adalah varian Delta. Sedangkan, 99 persen varian Delta adalah gen S positif. Kasus gen-negatif S diklasifikasikan sebagai infeksi varian Alpha.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Dalam data tersebut, para peneliti mencatat bahwa kasus positif gen S terjadi pada semua usia. Tapi, kasus positif gen S atau varian Delta ini paling banyak menimpa anak-anak usia muda dibandingkan varian Alpha.

Mereka juga menemukan bahwa kasus gen S positif dikaitkan dengan peningkatan risiko rawat inap, jika dibandingkan dengan kasus gen S negatif. Bahkan, orang yang memiliki banyak penyakit penyerta akan lebih berisiko tinggi.

Namun, mereka juga menemukan bahwa vaksin AstraZeneca maupun vaksin Pfizer terlah terbukti mampu mengurangi risiko infeksi dan rawat inap akibat varian Delta.

Sayangnya, perlindungan yang diberikan oleh kedua suntikan vaksin Covid-19 terhadap infeksi varian Delta tergolong lebih rendah dibandingkan varian Alpha.

baca juga

Sementara itu, para peneliti juga mencatat bahwa analisis ini bersifat observasional dan perkiraan efektivitas vaksin Covid-19 perlu ditarfsirkan dengan hati-hati.

"Ringkasnya, kami menunjukkan bahwa varian Delta di Skotlandia ditemukan paling banyak pada orang kelompok usia lebih muda," kata para peneliti dikutip dari Fox News.

Para peneliti pun menyimpulkan risiko pasien varian Delta rawat inap di rumah sakit juga meningkat 2 kali lipat dibandingkan pasien varian Alpha. Risiko rawat inap ini semakin meningkat bila seseorang memiliki 5 penyakit penyerta atau lebih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Biang Keladi Meroketnya Covid-19 di Indonesia, Varian Delta Bikin Vaksin Tak Efektif

Jadi Biang Keladi Meroketnya Covid-19 di Indonesia, Varian Delta Bikin Vaksin Tak Efektif

Health | Rabu, 16 Juni 2021 | 13:20 WIB

Waspada! 3 Gejala Utama Virus Corona Varian Delta

Waspada! 3 Gejala Utama Virus Corona Varian Delta

Video | Rabu, 16 Juni 2021 | 10:17 WIB

Virus Corona Varian Delta Berpotensi Sebabkan Indonesia Alami Tsunami Covid-19

Virus Corona Varian Delta Berpotensi Sebabkan Indonesia Alami Tsunami Covid-19

Health | Selasa, 15 Juni 2021 | 20:03 WIB

Terkini

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental

JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental

Bekaci | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:54 WIB

PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki

PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:49 WIB

Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:45 WIB

Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU

Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:40 WIB

Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea

Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:37 WIB

Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas

Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas

Sumut | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:35 WIB

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:26 WIB

PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027

PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:25 WIB

Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:20 WIB

Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus

Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:13 WIB

×