Kolaps Tiba-tiba Tak Selalu Karena Serangan Jantung, Ini Sebab Lainnya

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:25 WIB
Kolaps Tiba-tiba Tak Selalu Karena Serangan Jantung, Ini Sebab Lainnya
Ilustrasi pingsan. [shutterstock]

Suara.com - Serangan jantung sering dikaitkan dengan kejadian kolaps bahkan kematian mendadak dalam kondisi apa pun, termasuk saat berolahraga.

Padahal serangan jantung tidak selalu jadi penyebab seseorang kolaps saat melakukan aktivitas fisik seperti saat berolahraga. 

Dokter spesialis keolahragaan dr. Michael Triangto mengatakan, ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan seseorang alami kolaps saat olahraga.

Akan tetapi secara singkat, ia menyebut penyebab umumnya adalah adanya gangguan pada peredaran darah. 

"Pada saat orang berolahraga tentunya dia menggerakkan anggota gerak ototnya. Dan otot tadi membutuhkan aliran darah yang berasal dari jantung sehingga denyutan jadi meningkat," jelas dokter Michael saat dihubungi Suara.com, Selasa (15/6/2021). 

Denyut jantung yang meningkat selama berolahraga, kata dokter Michael, berisiko menyebabkan aritmia atau detak jantung tidak normal.

Kondisi itu juga yang pada akhirnya, berpotensi membuat aliran darah ke jantung jadi berkurang hingga menyebabkan serangan jantung.

Tapi selain serangan jantung, ia menyebut risiko kesehatan lain adalah terjadinya tekanan darah meningkat drastis dan menyebabkan pembuluh darah pecah hinggan serangan stroke mendadak.

"Karena itu seseorang yang meninggal (saat berolahraga) tidak selalu berasal dari serangan jantung," ucap dokter Michael lebih lanjut.

baca juga

"Bisa saja dia itu sebetulnya tekanannya tidak terlalu tinggi. Bukan serangan jantung, tidak mengalami aritmia jantung, tapi sejak sebelumnya pembuluh otak ada aneurisma dan pada saat berolahraga mengalami proses mengedan, menyebabkan pembuluh darah pecah," imbuhnya.

Karena itu pula, ia menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk tahu kondisi tubuh.

Memilih jenis olahraga yang akan dilakoni juga sangat disarankan. Pilih jenis olahraga dengan intensitas yang disesuaikan usia serta kemampuan fisik untuk mencegah risiko kolaps.

"Penting disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kesehatan saat itu. Tapi kalau masih terjadi sebagai atlet ataupun sebagai mantan atlet itu harus tetap diperiksakan kesehatannya, harus diperiksa kebugaran. Sehingga dokter bisa memberikan rambu-rambu hanya boleh olahraga sampai sekian karena kita sudah nggak ngajar lagi prestasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Banyak yang Tahu, Ini 10 Fakta Menarik Tentang Christian Eriksen

Belum Banyak yang Tahu, Ini 10 Fakta Menarik Tentang Christian Eriksen

Surakarta | Rabu, 16 Juni 2021 | 09:09 WIB

Markis Kido Sempat Ngorok Saat Pingsan, Dokter: Itu Tanda Sumbatan Jalan Napas

Markis Kido Sempat Ngorok Saat Pingsan, Dokter: Itu Tanda Sumbatan Jalan Napas

Health | Rabu, 16 Juni 2021 | 07:39 WIB

Wanita Ini Tewas Saat Malam Pertama Gegera Serangan Jantung

Wanita Ini Tewas Saat Malam Pertama Gegera Serangan Jantung

Sumbar | Rabu, 16 Juni 2021 | 10:15 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×