Dibenci Ronaldo, Ternyata Coca-Cola Sempat Jadi Minuman Kesehatan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 17 Juni 2021 | 14:12 WIB
Dibenci Ronaldo, Ternyata Coca-Cola Sempat Jadi Minuman Kesehatan
Ronaldo menyingkirkan minuman Coca Cola di hadapannya [Twiiter]

Suara.com - Aksi Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo menggeser dua botol Coca-Cola di hadapannya ketika konferensi pers Euro 2020 cukup menghebohkan. Karena, ia dikenal sebagai sosok yang konsisten menjalani gaya hidup sehat.

Apalagi, Ronaldo menggeser botol Coca-Cola yang ada di mejanya hingga tak terlihat di layar kamera dan sempat mengangkat botol berisi air putih sebagai gantinya.

Mulanya dilansir dari National Institute on Drug Abuse, minuman berkarbonasi ini ditemukan oleh John Stith Pemberton, seorang apoteker dari Atlanta, Georgia pada tahun 1885 dan dibeli oleh pengusaha Asa Griggs Candler.

John Pemberton membuat minuman berkarbonasi ini menggunakan kokain dalam bentuk ekstrak daun koka, sehingga ia memberi nama "Coca". Sedangkan, nama "Cola" berasal dari kacang kola yang mengandung kafein dan stimulan lainnya.

Saat John Pemberton menemukan minuman Coca-Cola ini, kokain masih legal dan menjadi bahan umum dalam obat-obatan. Sehingga, ia mengira penggunaan kokain dalam jumlah kecil masih tergolong aman.

Ilustrasi botol Coca Cola. (Pixabay/fancycrave1)
Ilustrasi botol Coca Cola. (Pixabay/fancycrave1)

Pertama kali dipasarkan, Coca-Cola diklaim sebagai minuman kesehatan dan diiklankan sebagai obat paten. Obat paten adalah kombinasi dari bahan eksotis dan senyawa obat, yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

John Pemberton mengklaim Coca-Cola adalah minuman yang bisa mengatasi sakit kepala, sakit perut dan kelelahan. Tapi, minuman ini mengandung bahan-bahan yang membuat ketagihan, termasuk kokain dan opium, serta unsur-unsur beracun lainnya, seperti merkuri dan timbal.

Sayangnya, obat-obat paten di abad ke-19 tidak diatur seperti obat-obatan sekarang ini. Jadi, semua orang bisa mengklaim produknya memiliki manfaat kesehatan tanpa harus membuktikan keefektifannya atau mengungkapkan risikonya.

Pada tahun 1891, beberapa orang Amerika pun mulai menentang bahan adiktif dalam obat paten. Sehingga, Coca-Cola pun mulai mengubah formulanya dan klaim kesehatannya.

Jumlah kokain di Coca-Cola berkurang dari waktu ke waktu, sampai akhirnya kandungan ini dihilangkan dari minuman berkarbonasi tersebut tahun 1929.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manfaat Coca-Cola: Pembersih Kloset hingga Pengendali Hama

Manfaat Coca-Cola: Pembersih Kloset hingga Pengendali Hama

Lifestyle | Kamis, 17 Juni 2021 | 13:32 WIB

Kocak, Aksi Babe Cabita Tiru Ronaldo Geser Minuman Coca-Cola

Kocak, Aksi Babe Cabita Tiru Ronaldo Geser Minuman Coca-Cola

Sumsel | Kamis, 17 Juni 2021 | 12:50 WIB

Gaya Hidup Sehat Ronaldo Picu Saham Coca-Cola Anjlok, Rugi Hingga Rp57 Triliun

Gaya Hidup Sehat Ronaldo Picu Saham Coca-Cola Anjlok, Rugi Hingga Rp57 Triliun

Banten | Kamis, 17 Juni 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB