Suara.com - Artis Vega Darwanti membagikan momennya disuntik vaksin stem cell oleh suaminya, Dema Sany Sanjaya yang seorang dokter. Melalui akun Instagramnya, Vega Darwanti bercerita soal tingkah suaminya setelah menyuntikan stem cell.
"Nih giliran aku nggak isengin dia (Dema), dia bercanda dong. Habis suntikin stem cell ke aku selesainya pake bilang, 'Ibu.. Silahkan ambil Bubur kacang Ijo dan telornya di Posyandu yah," tulis Vega Darwanti dalam caption Instagramnya.
Stem cell juga dikenal dengan sebutan sel punca yang merupakan metode pengobatan baru untuk berbagai penyakit, seperti kanker dan penyakit degeneratif.
Peran utama stem cell dalam pengobatan sebagai bahan transplantasi. Transplantasi stem cell ini dilakukan dengan cara menanamkan sel-sel punca sebagai sel sehat untuk menggantikan sel yang rusak.
Metode pengobatan stem cell ini digunakan untuk menggantikan sel-sel rusak akibat, penyakit, kemoterapi, melawan sel-sel kanker seperti leukemia dan transplantasi sumsum tulang.
![Vega Darwanti [Instagram/@ vegadarwanti123]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/07/72086-unggahan-vega-darwanti-instagramat-vegadarwanti123.jpg)
Berikut ini dilansir dari Alodokter, berikut ini ada dua jenis metode transplantasi stem cell yang bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan hasil pemeriksaan dokter.
1. Transplantasi stem cell allogenik
Metode transplantasi stem cell alogenik ini menggunakan sel punca pendonor. Transplantasi ini dilakukan utnuk mengatasi leukemia dan limfoma agresif bila transplantasi stem cell autolog tidak berhasil.
Kelebihan dari metode transplantasi stem cell allogenik adalah sel yang bebas dari kanker menciptakan sistem kekebalan tubuh baru dan mampu membunuh sel kanker.
Kekurangan dari metode ini adalah risiko efek sampingnya yang lebih besar dan masa pemulihan lebih lambat.
Karena tubuh bisa menolak sel punca dari pendonor sehingga pembentukan darah baru juga lebih lambat.
2. Transplantasi stem cell autolog
Transplantasi stem cell autolog ini menggunakan sel-sel punca dari tubuh pasien untuk dibekukan dan disimpan sebelum pasien melakukan terapi yang bisa menyebabkan sel punca rusak.
Kelebihan dari transplantasi stem cell ini tergolong lebih sedikit risiko dan efek sampingnya. Selain itu, pembentukan darah baru setelah stem cell pun lebih cepat.
Kekurangannya, sel-sel kanker mungkin belum sepenuhnya hilang atau terbawa pada sel punca yang diambil dari tubuh sehingga bisa menyerang sel punca.