Vega Darwanti Suntik Stem Cell, Begini Fungsi dan Metodenya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 07 Juli 2021 | 17:00 WIB
Vega Darwanti Suntik Stem Cell, Begini Fungsi dan Metodenya
Vega Darwanti bersama suami, Dema Sany Senjaya. [Instagram]

Suara.com - Artis Vega Darwanti membagikan momennya disuntik vaksin stem cell oleh suaminya, Dema Sany Sanjaya yang seorang dokter. Melalui akun Instagramnya, Vega Darwanti bercerita soal tingkah suaminya setelah menyuntikan stem cell.

"Nih giliran aku nggak isengin dia (Dema), dia bercanda dong. Habis suntikin stem cell ke aku selesainya pake bilang, 'Ibu.. Silahkan ambil Bubur kacang Ijo dan telornya di Posyandu yah," tulis Vega Darwanti dalam caption Instagramnya.

Stem cell juga dikenal dengan sebutan sel punca yang merupakan metode pengobatan baru untuk berbagai penyakit, seperti kanker dan penyakit degeneratif.

Peran utama stem cell dalam pengobatan sebagai bahan transplantasi. Transplantasi stem cell ini dilakukan dengan cara menanamkan sel-sel punca sebagai sel sehat untuk menggantikan sel yang rusak.

Metode pengobatan stem cell ini digunakan untuk menggantikan sel-sel rusak akibat, penyakit, kemoterapi, melawan sel-sel kanker seperti leukemia dan transplantasi sumsum tulang.

Vega Darwanti [Instagram/@ vegadarwanti123]
Vega Darwanti suntik stem cell [Instagram/@ vegadarwanti123]

Berikut ini dilansir dari Alodokter, berikut ini ada dua jenis metode transplantasi stem cell yang bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan hasil pemeriksaan dokter.

1. Transplantasi stem cell allogenik

Metode transplantasi stem cell alogenik ini menggunakan sel punca pendonor. Transplantasi ini dilakukan utnuk mengatasi leukemia dan limfoma agresif bila transplantasi stem cell autolog tidak berhasil.

Kelebihan dari metode transplantasi stem cell allogenik adalah sel yang bebas dari kanker menciptakan sistem kekebalan tubuh baru dan mampu membunuh sel kanker.

baca juga

Kekurangan dari metode ini adalah risiko efek sampingnya yang lebih besar dan masa pemulihan lebih lambat.

Karena tubuh bisa menolak sel punca dari pendonor sehingga pembentukan darah baru juga lebih lambat.

2. Transplantasi stem cell autolog

Transplantasi stem cell autolog ini menggunakan sel-sel punca dari tubuh pasien untuk dibekukan dan disimpan sebelum pasien melakukan terapi yang bisa menyebabkan sel punca rusak.

Kelebihan dari transplantasi stem cell ini tergolong lebih sedikit risiko dan efek sampingnya. Selain itu, pembentukan darah baru setelah stem cell pun lebih cepat.

Kekurangannya, sel-sel kanker mungkin belum sepenuhnya hilang atau terbawa pada sel punca yang diambil dari tubuh sehingga bisa menyerang sel punca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segini Harga Terapi Stem Cell untuk Tangani Pasien Covid-19

Segini Harga Terapi Stem Cell untuk Tangani Pasien Covid-19

Jogja | Jum'at, 16 April 2021 | 18:52 WIB

Penelitian Masih Jalan, Tim Stem Cell Sardjito Target Tuntas September 2021

Penelitian Masih Jalan, Tim Stem Cell Sardjito Target Tuntas September 2021

Jogja | Jum'at, 16 April 2021 | 17:40 WIB

Tangani Pasien Covid-19, RSUP Dr Sardjito Kembangkan Terapi Stem Cell

Tangani Pasien Covid-19, RSUP Dr Sardjito Kembangkan Terapi Stem Cell

Jogja | Jum'at, 16 April 2021 | 15:14 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×