Cek Fakta: Benarkah FDA Amerika Sebut Invermectin Dapat Sembuhkan Covid-19?

Rendy Adrikni Sadikin | Aulia Hafisa | Suara.com

Selasa, 13 Juli 2021 | 18:30 WIB
Cek Fakta: Benarkah FDA Amerika Sebut Invermectin Dapat Sembuhkan Covid-19?
Benarkah FDA Amerika Sebut Invermectin Dapat Sembuhkan Covid-19 (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar sebuah gambar dengan narasi melalui media sosial Whatsapp yang menjelaskan bahwa obat Invermectin diklaim dapat menyembuhkan penyakit akibat virus Covid-19.

Narasi tersebut juga menyebutkan bahwa Invermectin adalah obat yang sudah terbukti aman dan telah dikonfirmasi oleh badan pengawas obat-obatan di Amerika (FDA AMERIKA) sebagai obat yang dapat membunuh virus Covid-19.

Berikut narasi yang beredar:

“…FDA (BPOM AMERIKA) telah menyetujui penggunaan imvermectin untuk manusia sejak tahun 1981 dan WHO telah memasukkan invermectin kedalam daftar obat yang penting pada tahun yang sama.

FDA mengakui bahwa invermectin dapat membunuh virus Covid-19 dalam tabung percobaan…”

Lalu benarkah klaim tersebut?

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Media Suara.com, informasi mengenai sahnya Invermectin sebagai obat Covid-19 ternyata keliru.

Pernyataan oleh badan pengawas obat-obatan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) tentang obat ini mampu membunuh virus Covid-19 juga belum dikonfirmasi.

Hoaks ini pun pernah tersebar pada tahun 2020.

Melansir dari media CNBC Indonesia, Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa obat Ivermectin belum layak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati Covid-19.

Bahkan Badan Obat dan Makanan AS menghimbau agar publik tidak menggunakan obat yang biasanya digunakan untuk mencegah parasit pada hewan itu.

“Ivermectin sering digunakan di AS untuk mengobati atau mencegah parasit pada hewan. FDA telah menerima banyak laporan tentang pasien yang membutuhkan dukungan medis dan dirawat di rumah sakit setelah pengobatan sendiri dengan Ivermectin yang ditujukan untuk kuda. Inilah yang perlu Anda ketahui tentang Ivermectin,” ungkap FDA melalui artikel pada laman resmi www.fda.gov.

Dokter Spesialis Paru, Erlang Soemadro menegaskan bahwa obat Invermectin belum terbukti dapat menyembuhkan Covid-19.

Dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun meyatakan bahwa obat Invermectin hanya digunakan untuk keperluan uji klinis, bukan untuk pasien Covid-19 baik dalam tingkat keparahan apapun.

Invermectin adalah obat keras yang biasa digunakan untuk menangani penyakit yang disebabkan parasit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantu Tangani COVID-19, Singapura Hingga Australia Kirim Bantuan ke Indonesia

Bantu Tangani COVID-19, Singapura Hingga Australia Kirim Bantuan ke Indonesia

Health | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:18 WIB

Covid-19 Terus Pecah Rekor, Menkes: Lihat Apa Adanya daripada Ditutupi Nanti Meledak

Covid-19 Terus Pecah Rekor, Menkes: Lihat Apa Adanya daripada Ditutupi Nanti Meledak

News | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:16 WIB

Angka Kematian COVID-19 Tinggi, Pemda DIY Diminta Jamin Nasib Petugas Pemulasaran

Angka Kematian COVID-19 Tinggi, Pemda DIY Diminta Jamin Nasib Petugas Pemulasaran

Jogja | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:16 WIB

Penemuan Mayat Positif Covid-19 di Natuna, ABK Satu Kapal Lakukan Tes Swab

Penemuan Mayat Positif Covid-19 di Natuna, ABK Satu Kapal Lakukan Tes Swab

Batam | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:15 WIB

Layanan On Call untuk Pasien Covid-19 di Samarinda Bakal Diaktifkan di Puskesmas

Layanan On Call untuk Pasien Covid-19 di Samarinda Bakal Diaktifkan di Puskesmas

Kaltim | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:08 WIB

Kemenkes Tegaskan Vaksinasi Gotong Royong Individu Tak Ganggu yang Gratis

Kemenkes Tegaskan Vaksinasi Gotong Royong Individu Tak Ganggu yang Gratis

Health | Selasa, 13 Juli 2021 | 18:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB