Ahli Sebut Cara Orang Mengemudi Bisa Deteksi Risiko Demensia

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 14 Juli 2021 | 14:00 WIB
Ahli Sebut Cara Orang Mengemudi Bisa Deteksi Risiko Demensia
Ilustrasi Mengemudi. (Pexels/9150foto)

Suara.com - Para ilmuwan menemukan keterampilan seseorang dalam mengemudi bisa mendeteksi tanda-tanda awal demensia. Mereka telah mengamati orang-orang yang demensia mengemudi kendaraan dengan cara berbeda.

Para peneliti membuktikan adanya gejala demensia dengan melihat data dari 139 orang selama kurun waktu 1 tahun. Setengah dari peserta penelitian menderita penyakit Alzheimer (penyebab paling umum dari demensia) yang sangat dini dan setengah lainnya tidak.

Alzheimer adalah penyebab demensia yang paling umum. Kondisi ini menyumbang 60-80 persen kasus demensia, karena itu istilah keduanya bisa digunakan secara bergantian.

Dalam penelitian tersebut, para peserta yang berusia di atas 65 tahun mengemudi mobil dengan dipantau perangkat pelacak lokasi berbasis Global Positioning System (GPS) di Washington, AS.

Para peneliti dalam jurnal Alzheimer's Research & Therapy, mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki demensia pra-klinis cenderung membuat perubahan mendadak ketika mengemudi.

Ilustrasi orang demensia. [Shutterstock]
Ilustrasi orang demensia. [Shutterstock]

Para peneliti juga mengatakan bahwa kelompok ini cenderung mengemudi dalam kecepatan lambat, tetap pada rute terbatas dan berpergian lebih sedikit secara keseluruhan.

Pemimpin studi, Sayeh Bayat, kandidat PhD di University of Toronto mengatakan data dari para peserta yang menggunakan alat pelacak ketika mengemudi bisa mendeteksi risiko seseorang mengalami demensia pra-klinis.

"Alat itu melacak pergerakan seseorang dalam aktivitas sehari-hari, lokasi yang dikunjungi dan cara mereka mengemudi yang bisa memberikan tanda-tanda masalah kesehatan," kata Sayeh dikutip dari The Sun.

Indikator ini menggunakan usia dan data dari perangkat penggerak GPS. Hasilnya, terbukti 86 persen akurat dan 90 persen akurat ketika ilmuwan menambahkan tes Alzheimer genetik.

Tes ini disebut genotipe apolipoprotein E (APOE), yang bisa melihat seseorang memiliki risiko bawaah untuk terkena penyakit Alzheimer atau tidak. Meski begitu, para ahli mengatakan bahwa penelitian yang lebih besar perlu dilakukan untuk memastikan hubungan antara cara seseorang mengemudi dan demensia.

Gejala demensia sendiri sangat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Tapi, kondisi ini bisa memengaruhi perubahan kognitif, seperti kehilangan ingatan dan kebingungan serta disorientasi. Sedangkan, gejala-gejala lain demensia yang cukup menyulitkan, antara lain:

  1. Kesulitan berkomunikasi
  2. Kesulitan memecahkan masalah
  3. Kesulitan menyelesaikan tugas-tugas
  4. Kesulitan untuk melakukan koordinasi dan fungsi motoric
  5. Perubahan kepribadian
  6. Depresi
  7. Kegelisahan
  8. Paranoid
  9. Halusinasi
  10. Agitasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Demensia dan Kematian Dini

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Demensia dan Kematian Dini

Sumbar | Senin, 21 Juni 2021 | 10:15 WIB

Ketahui 8 Perubahan yang Dialami Orang dengan Alzheimer Demensia

Ketahui 8 Perubahan yang Dialami Orang dengan Alzheimer Demensia

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 20:05 WIB

5 Manfaat Persahabatan, Bantu Mengatasi Stres hingga Mencegah Demensia

5 Manfaat Persahabatan, Bantu Mengatasi Stres hingga Mencegah Demensia

Sumut | Minggu, 06 Juni 2021 | 12:50 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB