China Melaporkan Kasus Pertama Infeksi Virus Monkey B pada Manusia

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 20 Juli 2021 | 12:53 WIB
China Melaporkan Kasus Pertama Infeksi Virus Monkey B pada Manusia
Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)

Suara.com - Seorang peneliti China telah meninggal setelah terkena penyakit menular langka yang disebut virus Monkey B atau virus Monyet B. Hal ini dinyatakan oleh pejabat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Melansir dari US News, pada bulan Maret, dokter hewan berusia 53 tahun membedah dua monyet mati sebagai bagian dari pekerjaannya di sebuah lembaga penelitian Beijing yang mengkhususkan diri dalam pembiakan primata bukan manusia. Dia mengalami mual, muntah dan demam sebulan kemudian lalu meninggal pada 27 Mei 2021.

Bukti virus Monkey B ditemukan dalam darah dan air liur pria itu, menjadikannya kasus virus pertama yang terdokumentasi di China. Dua dari kontak dekat pria itu, seorang dokter pria dan seorang perawat wanita dinyatakan negatif virus.

Virus Monyet B, juga disebut virus herpes B, lazim di antara monyet kera, tetapi sangat jarang di antara manusia.

"Pada manusia, itu dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak yang menyebabkan hilangnya kesadaran," kata Kentaro Iwata, seorang ahli penyakit menular di Universitas Kobe di Tokyo, mengatakan kepada Post. Kondisi ini memiliki tingkat kematian sekitar 80 persen jika tidak diobati.

Ilustrasi monyet. (Pixabay/seth0s)
Ilustrasi monyet. (Pixabay/seth0s)


Ada kurang dari 100 kasus herpes B yang dilaporkan pada manusia sejak kasus pertama penularan primata ke manusia pada tahun 1932. Korban cenderung seorang dokter hewan, ilmuwan, atau peneliti yang bekerja langsung dengan primata dan dapat terpapar cairan tubuh mereka melalui goresan, gigitan atau pembedahan. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hanya ada satu kasus yang didokumentasikan dari manusia yang terinfeksi menyebarkan virus ke orang lain.

"Baik herpes B dan virus corona baru adalah konsekuensi dari lompatan spesies," kata Nikolaus Osterrieder, dekan Jockey Club College of Veterinary Medicine and Life Sciences di Hong Kong, mengatakan kepada Post. 

"Tetapi perbedaan penting adalah bahwa dalam kasus herpes B, ini adalah jalan buntu. Ini tidak melompat dari satu manusia ke manusia lain. SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19), di sisi lain, memperoleh kemampuan untuk menyebar ke inang baru," imbuhnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Daripada Orang Dewasa, Antibodi Anak Usai Infeksi Covid-19 Lebih Kuat

Studi: Daripada Orang Dewasa, Antibodi Anak Usai Infeksi Covid-19 Lebih Kuat

Health | Selasa, 20 Juli 2021 | 11:16 WIB

Benarkah Varian Delta Sudah Masuk Batam? Begini Kata Wakil Wali Kota

Benarkah Varian Delta Sudah Masuk Batam? Begini Kata Wakil Wali Kota

Batam | Selasa, 20 Juli 2021 | 11:01 WIB

Pemulihan Ekonomi AS Terancam Imbas Lonjakan Covid-19 Varian Delta

Pemulihan Ekonomi AS Terancam Imbas Lonjakan Covid-19 Varian Delta

Video | Selasa, 20 Juli 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

×