Pasien Covid-19 Anak Punya Komorbid, Risiko Meninggal Lebih Besar

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Jum'at, 23 Juli 2021 | 14:12 WIB
Pasien Covid-19 Anak Punya Komorbid, Risiko Meninggal Lebih Besar
Ilustrasi Anak Rentan Covid-19. (pixabay.com/5770618_1280)

Suara.com - Pasien Covid-19 anak juga bisa mengalami penyakit penyerta alias komorbid, yang bisa memperparah kondisinya ketika terinfeksi.

Pakar mengatakan penyakir komorbid inilah yang menjadi penyebab meningkatnya angka pasien Covid-19 anak yang meninggal dunia.

"Pada saat bersamaan, saat meningkat kasusnya, banyak sistem (kesehatan) kita colaps. Ruang rawat anak tidak ada dan akhirnya pada saat bersamaan ada beberapa kasus, kita belum lihat lagi semuanya dalam 3 sampai 4 minggu terakhir, tapi ada beberapa kasus yang kita tidak jelas apa komorbidnya. Ini kan yang harusnya kita lihat kenapa bisa seperti itu," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) prof. dr. Aman Pulungan, Sp.A., saat siaran langsung Instagram bersama RSCM Kencana, Jumat (33/7/2021).

Padahal beberapa komorbid yang dialami anak itu bisa dicegah, salah satunya obesitas.

Obesitas tingkatkan risiko Covid-19. (shutterstock)
Obesitas tingkatkan risiko Covid-19. (shutterstock)

"Obesitas itu kan bisa kita intervensi. Kenapa anak kita harus obes? Jadi pastikan mulai saat ini, jangan pernah ada anak Indonesia yang obes, apalagi pada saat pandemi," tegasnya.

Selain itu, hipertensi dan potensi diabetes juga terjadi pada anak. Dokter Aman mencatat, di Jakarta saja ada lebih dari 30 persen siswa SD yang mengalami hipertensi. Juga lebih dari 10 persen mengalami insulin resistansi yang akan berisiko menjadi diabetes.

Komorbid lainnya, yakni tuberkolosis atau TBC. Di sisi lain, kasus TBC Indonesia secara keseluruhan memang masih tinggi, bahkan peringkat kedua terbanyak di dunia.

"Tolonglah, ayah, bunda semua, ini kan bisa dicegah. Satu, anak tidak boleh obes. Kedua, pastikan anak juga tidak terinfeksi TBC, ini kan kita bisa tahu, bisa dilihat dari kontak apakah dari riwayatnya dengan konsultasi ke dokter anak," ucapnya.

Berbagai komorbid itu belum termasuk dengan penyakit bawaan kronik yang telah diidap anak-anak sebelum terjadi pandemi Covid-19. Seperti, penyakit jantung, kanker anak, cerebral palsy, hingga ginjal.

baca juga

Pada beberapa kasus bahkan bisa ditemukan anak yang terinfeksi Covid-19 dengan komorbid lebih dari satu.

"Kita dapat beberapa kasus. Jadi dia kompleks, ada TBC, ada penyakit jantung, dan ada juga malnutrisi. Apa yang bisa kita lakukan, kita intervensi. Kalau misalnya malnutrisi karena penyakit lain, yang harus kita intervensi adalah penyakit lainnya. Tetapi kalau ternyata misalnya memang malnutrisi murni, ya malnutrisi harus kita intervensi," terang dokter Aman.

Selain mencegah anak dari infeksi Covid-19, dokter Aman menekankan bahwa banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk mencegah anak jangan sampai memiliki komorbid. Sehingga, kalaupun anak terinfeksi virus corona itu, namun gejalanya hanya ringan.

Data pada IDAI tercatat bahwa satu bulan lalu, angka kematian Covid pada anak rata-rata 5-15 orang per minggu. Namun dalam tiga pekan terakhir naik pesat hingga lebih dari 100 anak setiap minggu.

Dokter Aman menyayangkan adanya peningkatan data tersebut. Sebab, menurutnya, risiko kematian anak akibat Covid telah menurun dibanyak negara lain.

"Kita sudah mengatakan sejak lama, TBC kita banyak, obesitas kita meningkat, tidak ada yang mau mendengar. Dan sekarang lagi pada saat pandemi angka obesitas kita malah meningkat," sesal dokter Aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Health | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Sepak Bola dan Obesitas: Kisah Ronaldo Nazario, Maradona, hingga Akinfenwa

Sepak Bola dan Obesitas: Kisah Ronaldo Nazario, Maradona, hingga Akinfenwa

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Dokter Sebut Lemak di Dalam Rongga Perut Paling Berbahaya dari Bagian Tubuh Lain, Kenapa?

Dokter Sebut Lemak di Dalam Rongga Perut Paling Berbahaya dari Bagian Tubuh Lain, Kenapa?

Health | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Obesitas Picu Risiko Diabetes, Terapi Tirzepatide Hadir dengan Pendekatan yang Lebih Personal

Obesitas Picu Risiko Diabetes, Terapi Tirzepatide Hadir dengan Pendekatan yang Lebih Personal

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×