alexametrics

Lagi, Varian Virus Corona Baru Terdeteksi di Inggris

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Lagi, Varian Virus Corona Baru Terdeteksi di Inggris
Ilustarasi virus corona. (pixabay)

Di tengah meningkatnya kasus varian Delta, varian virus corona B.1.621 ditemukan di Inggris.

Suara.com - Berbagai macam varian virus corona Covid-19 masih dalam penyelidikan, karena kasus varian Delta telah meningkat sebanyak 33.716 dalam seminggu. Para ahli di Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) pun sekarang ini sedang melakukan analisis terhadap varian virus corona B.1.621.

PHE telah mengonfirmasi ada 16 kasus varian virus corona tersebut. Tapi dilansir dari The Sun, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian virus corona itu menyebabkan infeksi yang lebih parah atau membuat vaksin Covid-19 menjadi kurang efektif.

Para pejabat kesehatan pun telah menindaklanjuti dan menguji kontak pasien yang terinfeksi varian virus corona tersebut. Jika perlu, PHE juga akan menggelar tes lonjakan untuk membatasi penyebaran varian virus corona tersebut.

Varian virus corona serupa juga telah ditemukan di Kolombia (325 kasus berurutan, AS (264 kasus) dan Spanyol (196 kasus). PHE juga menyebutkan kasus varian Delta meningkat 33.716 sejak pekan lalu, sehingga totalnya sudah 286.765 kasus.

Baca Juga: Virus Corona Covid-19 Diduga Bisa Menyebar Lewat Kentut, Benarkah?

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Saat ini, varian Delta juga sudah mencapai 99 persen dari semua kasus virus corona Covid-19 di Inggris. PHE mendesak orang Inggris untuk suntik vaksin Covid-19 demi melindungi dirinya.

PHE juga menjelaskan bahwa penelitian baru menunjukkan varian Delta mungkin dapat menginfeksi orang lebih mudah daripada varian Alpha. Sdangkan, risiko infeksi ulang varian Delta yang pertama kali ditemukan di India sangat rendah.

Penelitian ini terjadi setelah lebih banyak data menunjukkan mayoritas kasus kematian akibat virus corona pada orang yang suntik vaksin Covid-19 dua kali rata-rata usia 50 tahun ke atas. Tetapi, orang yang lebih muda dan sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali cenderung lebih kecil risiko kematiannya.

Pada orang yang berusia di atas 50 tahun, sebanyak 415 orang meninggal dalam 28 hari setelah dites positif virus corona Covid-19 dari 1 Febuari hingga 19 Juli 2021.

Berdasarkan data kematian itu, sebanyak 131 orang belum vaksin Covid-19, 220 orang sudah suntik vaksin Covid-19 dua kali, dan 57 orang masih satu kali suntik vaksin Covid-19.

Baca Juga: Waspada! 3 Kelompok Paling Berisiko Terinfeksi Virus Corona Varian Delta

Komentar