Ini Perbedaan Karakteristik Virus Corona Varian Delta dan Delta Plus

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 29 Juli 2021 | 18:45 WIB
Ini Perbedaan Karakteristik Virus Corona Varian Delta dan Delta Plus
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Virus corona SARS Cov-2 varian Delta sering disebut menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus positif Covid-19 di banyak negara. Ditemukan pertama kali di India pada akhir 2020, varian Delta saat ini telah menyebar hingga lebih dari 100 negara, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Varian tersebut memiliki kelebihan mampu bertransmisi lebih cepat antar tubuh manusia sehingga penularan jadi lebih cepat terjadi.

Belum usai lonjakan kasus yang disebabkan varian Delta, belum lama ini para ilmuwan kembali menemukan mutasi baru yang kemudian disebut varian delta plus, juga dikenal sebagai B.1.617.2.1 atau AY.1. 

Perbedaan varian Delta dengan Delta Plus

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Dikutip Medical News Today, varian delta plus termasuk turunan dari varian delta. Satu-satunya perbedaan yang diketahui merupakan mutasi tambahan, K417N, pada protein lonjakan virus, protein yang memungkinkannya menginfeksi sel-sel sehat. 

Mutasi itu sebenarnya sudah ditemukan pada varian beta dan gamma, yang pertama kali diidentifikasi oleh peneliti di Afrika Selatan dan Brasil.

WHO menyatakan, varian Delta plus diperkirakan belum tersebar di banyak negara. 

"Tapi, Delta dan varian lain yang menjadi perhatian tetap menjadi risiko kesehatan masyarakat yang lebih tinggi, karena mereka telah menunjukkan peningkatan penularan,” tambah WHO.

India telah melabeli varian Delta sebagai varian yang menjadi perhatian. Konsorsium SARS Cov-2 pada Genomics (INSACOG) negara itu, terdiri dari 28 laboratorium,  melakukan pengurutan seluruh genom virus SARS Cov-2 dan varian yang berkembang, termasuk juga mengikuti evolusi delta plus.

baca juga

Berikut kelebihan varian Delta plus yang dikhawatirkan oleh NSACOG:

  1. Peningkatan transmisibilitas
  2. Ikatan yang lebih kuat dengan reseptor sel paru-paru
  3. Potensi pengurangan respons antibodi monoklonal

Kemampuan menyebar lebih cepat oleh varian Delta plus terjadi akibat adanya mutasi pada protein virus. Protein lonjakan bertanggung jawab untuk mengikat reseptor permukaan sel, sehingga virus bisa masuk ke dalam tubub. Mutasi protein juga dapat memperkuat interaksi tersebut.

Kelompok orang yang berisiko terinfeksi varian Delta plus

Mutasi Delta plus sebenarnya termasuk dalam varian lain juga. Namun para ahli mengatakan kemungkinan Delta plus bukan menjadi sumber kekhawatiran baru.

"Delta plus memiliki sedikit kelebihan dalam menginfeksi dan menyebar di antara orang-orang yang pernah terinfeksi atau imunitas, juga belum divaksinasi lengkap," kata Ahli virologi dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Louisiana Dr. Jeremy Kamil.

Namun ia juga mencatat bahwa Delta plus tidak jauh berbeda dengan varian delta sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asal Usul Virus COVID-19 Varian Delta Plus

Asal Usul Virus COVID-19 Varian Delta Plus

Bekaci | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:46 WIB

Varian Delta, Pakar Ungkap Gejalanya pada Orang yang Sudah Vaksin Covid-19

Varian Delta, Pakar Ungkap Gejalanya pada Orang yang Sudah Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 29 Juli 2021 | 13:07 WIB

Varian Delta Masuk 7 Provinsi, Paling Banyak di Jakarta, di Bali ada 8 Kasus

Varian Delta Masuk 7 Provinsi, Paling Banyak di Jakarta, di Bali ada 8 Kasus

Bali | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:13 WIB

Terkini

Dari Panggung PestaPora, Rhoma Irama: Kita Usir Koruptor dari Bumi Indonesia

Dari Panggung PestaPora, Rhoma Irama: Kita Usir Koruptor dari Bumi Indonesia

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 12:57 WIB

Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren

Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren

Bali | Minggu, 27 September 2026 | 12:56 WIB

Hidup Penuh Drama Demi Validasi? Kenali Beda 'Self-Appreciation' dan Main Character Syndrome

Hidup Penuh Drama Demi Validasi? Kenali Beda 'Self-Appreciation' dan Main Character Syndrome

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:55 WIB

Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik

Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:50 WIB

5 Sunscreen dengan Vitamin E untuk Cegah Kerutan Muncul Lebih Cepat

5 Sunscreen dengan Vitamin E untuk Cegah Kerutan Muncul Lebih Cepat

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 12:41 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Sering Jadi Pemenang saat Debat, Nomor 1 Sesuai Dugaan

Urutan Zodiak yang Paling Sering Jadi Pemenang saat Debat, Nomor 1 Sesuai Dugaan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 12:40 WIB

RAPBN 2027: Pemerintah-DPR Sepakat Naikkan Anggaran Belanja Negara, Target Pajak Ikut Melonjak

RAPBN 2027: Pemerintah-DPR Sepakat Naikkan Anggaran Belanja Negara, Target Pajak Ikut Melonjak

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:37 WIB

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:33 WIB

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:29 WIB

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:27 WIB

×