Cara Meningkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Mental Selama Bekerja dari Rumah

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 02 Agustus 2021 | 08:30 WIB
Cara Meningkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Mental Selama Bekerja dari Rumah
Ilustrasi stres bekerja (Pexels/Energepic)

Suara.com - Pandemi Covid-19 cenderung berisiko meningkatkan perasaan stres dan cemas, khususnya mereka yang bekerja dari rumah atau Work From Home. Jika tidak diatasi, masalah kesehatan mental bisa menjadi risikonya.

Lalu bagaimana cara memperbaiki kesehatan mental bagi orang dewasa, khususnya mereka yang bekerja dari rumah?

Dikatakan Psikolog sekaligus Penasihat Motherhope Indonesia Anisa Cahya Ningrum, orang dewasa perlu membangun kesadaran serta potensi dan kemampuan diri di tengah pandemi.

"Selain sadar kemampuan diri kita, kita bisa mengatasi tekanan hidup. Jadi tantangan kesehatan mental lagi diuji,” ungkap pada acara Terapi Kecemasan Covid-19, Minggu (1/8/2021).

Selain itu, kesehatan mental yang baik bisa terjadi jika orang dewasa bisa menyesuaikan diri terhadap masalah di hidup mereka. Ketika masalah bisa dihadapi, ia menyebut kita harusnya juga bisa tetap produktif bekerja tanpa rasa malas.

“Tentu saya percaya kalau semua harus terpaksa di rumah. Karena memang situasinya seperti ini,” ungkapnya lebih lanjut.

Seseorang yang sehat secara mental, kata Anisa Cahya Ningrum, ia akan mampu bersosialisasi dengan orang lain dan berkontribusi untuk masyarakat. Sosialisasi yang baik ini memberi kenyamanan saat bersama orang lain.

"Kita bisa berinteraksi dengan orang lain, beraktivitas, produktivitas, dan nyaman jika bersama orang lain,” lanjut dia.

Ketika cemas dan stres meningkat, maka risiko terjadinya gangguan jiwa pada orang dewasa bisa meningkat. Mulai dari gangguan kecemasan sosial, panik, kecemasan umum, dan fobia.

baca juga

"Kecemasan itu saling berkaitan dengan kepanikan. Ada yang takut bertemu orang banyak, takut untuk tampil, dan nggak berani,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan kecemasan tidak selalu berakhir negatif. Adakalanya kecemasan bisa menjadi tanda waspada terhadap lingkungan sekitar.

“Karena kalau tidak cemas, kita tidak ada kewaspadaan. Dan kita tidak melakukan tindakan dan antisipasi. Tapi ini bisa jadi gangguan jika terjadi sekian lama,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online di Media Sosial Selama Pandemi!

Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online di Media Sosial Selama Pandemi!

Your Say | Minggu, 01 Agustus 2021 | 12:10 WIB

Hasil Penelitian Ungkap Orang Religius Lebih Sehat dari Orang yang Tidak Beragama

Hasil Penelitian Ungkap Orang Religius Lebih Sehat dari Orang yang Tidak Beragama

Health | Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:05 WIB

Jaga Kesehatan Mental, Ini Cara Menjaga Keseimbangan Kerja Selama WFH

Jaga Kesehatan Mental, Ini Cara Menjaga Keseimbangan Kerja Selama WFH

Health | Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:36 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB