Vaksin Setelah Positif Covid-19, Apakah Dianjurkan?

Rifan Aditya

Rabu, 04 Agustus 2021 | 13:21 WIB
Vaksin Setelah Positif Covid-19, Apakah Dianjurkan?
Vaksin Setelah Positif Covid-19, Apakah Dianjurkan? - Ilustrasi vaksinasi Covid-19 di Riau (Riau Online)

Suara.com - Kehadiran vaksin Covid-19 menjadi harapan baru untuk mengakhiri pandemi yang telah berlangsung cukup lama ini. Lantas, bagaimana dengan para penyintas Covid-19? Apakah vaksin setelah positif covid-19 diperbolehkan?

Sebelum tahu bagaimana anjuran vaksin setelah positif covid-19, Anda perlu tahu dahulu kondisi seseorang pasca terpapar virus corona.

Kondisi Orang Setelah Positif Covid-19

Setiap orang yang pernah terpapar Covid-19 pasti akan memiliki antibodi terhadap penyakit tersebut. Namun, besarnya tingkat antibodi setiap orang tentunya bisa berbeda-beda, tergantung dari keparahan sakit yang dialami.

CEO sekaligus pendiri Imanis Life Sciences, dr Stephen Russell menyampaikan bahwa gejala infeksi yang lebih parah sering kali menyebabkan tingkat antibodi penetral yang lebih tinggi. Sementara gejala yang lebih ringan dapat menyebabkan produksi antibodi penetral yang lebih rendah atau tak terukur. 

Lamanya kadar antibodi yang terbentuk setelah terpapar Covid-19 belum diketahui secara pasti hingga saat ini, karena masih terus diteliti. Selain itu, para pakar juga mengatakan bahwa jumlah antibodi ini cenderung akan menurun seiring berjalannya waktu. Lantas, setelah positif Covid-19 apakah tetap boleh vaksin?

Vaksin Setelah Positif Covid-19

Merujuk rekomendasi terbaru Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI), penyintas Covid-19 dapat diberikan vaksin corona. Seperti apa anjuran vaksin setelah positif covid-19?

Vaksin setelah positif covid-19 tentu berbeda dengan orang normal. Ada catatan khusus, pasien harus sudah sembuh minimal 3 bulan setelah terinfeksi Covid-19.

baca juga

Tidak hanya dari PAPDI maupun Kemenkes RI, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga merekomendasikan setiap penyintas Covid-19 perlu divaksinasi. Pasalnya, vaksin corona dapat memberikan perlindungan tambahan agar mereka tidak mengalami reinfeksi, ataupun sakit yang lebih parah ketika terpapar Covid-19.

Jadi sudah jelas, jika kamu masih bertanya apa boleh vaksin setelah positif covid-19? Maka jawabannya adalah segera lakukan vaksinasi Covid-19 setelah 3 bulan dinyatakan sembuh dari virus corona.

Hoaks yang Beredar

Baru-baru ini juga telah beredar informasi yang menyatakan bahwa seseorang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 atau disebut penyintas Covid-19 bisa langsung menerima vaksin. Bahkan dalam narasi yang beredar menyebutkan bahwa vaksinasi bagi penyintas Covid-19 itu tidak perlu menunggu sampai tiga bulan.

Narasi tersebut beredar di aplikasi percakapan WhatsApp terkait perubahan peraturan vaksinasi Covid-19 bagi para para penyintas. Namun, berdasarkan penelusuran, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa informasi dalam pesan berantai tersebut tidak benar. Jadi, pastikan kamu tidak terkecoh dengan informasi yang tidak valid, ya!

Bagi penyintas virus corona vaksin setelah positif covid-19 memang dianjurkan namun perlu menunggu tiga bulan. Jadi jangan buru-buru untuk mencari vaksin. Pulihkan kondisi anda terlebih dahulu dan pastikan selalu mematuhi protokol kesehatan.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPNI Sebut Perawat Kelelahan, Jumlahnya Makin Berkurang Karena Sakit atau Wafat

PPNI Sebut Perawat Kelelahan, Jumlahnya Makin Berkurang Karena Sakit atau Wafat

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 13:20 WIB

Sebut Masalah Gagal Vaksin di Bekasi Selesai, Dirjen Dukcapil: Pak Wasit Sudah Divaksin

Sebut Masalah Gagal Vaksin di Bekasi Selesai, Dirjen Dukcapil: Pak Wasit Sudah Divaksin

News | Rabu, 04 Agustus 2021 | 13:10 WIB

Vaksinasi Massal Bikin Kerumunan di Sumut, Ada Warga yang Jual Formulir

Vaksinasi Massal Bikin Kerumunan di Sumut, Ada Warga yang Jual Formulir

Sumut | Rabu, 04 Agustus 2021 | 12:22 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB