alexametrics

Cegah Bayi Lahir Prematur, Ibu Hamil Jangan Lupa Minum Vitamin D

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Cegah Bayi Lahir Prematur, Ibu Hamil Jangan Lupa Minum Vitamin D
Ilustrasi Ibu Hamil. (Envato)

Ada alasan mengapa dokter menganjurkan ibu hamil untuk rutin mengonsumsi vitamin D. Rupanya, manfaat vitamin D untuk ibu hamil sangat besar untuk kandungan.

Suara.com - Ada alasan mengapa dokter menganjurkan ibu hamil untuk rutin mengonsumsi vitamin D. Rupanya, manfaat vitamin D untuk ibu hamil sangat besar untuk kandungan.

Dokter spesialis anak dr. Putri Maharani Tristanita, Sp.A., menjelaskan bahwa konsumsi vitamin D membantu mencegah bayi lahir prematur sekaligus bayi berat lahir sangat rendah (BBSLR).

Bayi prematur merupakan yang lahir kurang dari 32 minggu. Sementara kondisi BBLSR adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 1500 gram.

"Kedua kelompok bayi tersebut berisiko mengalami inflamasi yaitu peradangan akibat reaksi benda asing (antigen) dengan antibodi (zat kekebalan)," kata dokter Putri dalam sidang ujian virtual Promosi Doktor Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga: Yuk! Ibu Hamil Ikut Skrining Covid-19 Gratis di Puskesmas Kota Malang

Dalam setiap proses peradangan, tubuh memerlukan sel T regulator (Treg) untuk menekan respon imun yang berlebih tersebut juga membantu dalam memperbaiki jaringan yang rusak.

Ilustrasi suplemen vitamin D. (Shutterstock)
Ilustrasi suplemen vitamin D. (Shutterstock)

Banyak penelitian yang melaporkan bahwa vitamin D berperan dalam proses regulasi sel Treg, lanjut dokter Putri. Sementara kadar vitamin D pada bayi baru lahir sangat tergantung dari kadar vitamin D ibu juga.

Selain rentan mengalami peradangan, bayi prematur maupun BBLSR juga bisa meninggal jika mengalami Sindrom Gawat Napas/RDS—HMD, feeding intolerance (gangguan minum), ataupun sepsis (infeksi sistemik).

"Vitamin D berperan dalam mekanisme pembentukan surfaktan. Zat yang melapisi kantung udara agar lentur dan mudah mengembang. Kekurangan surfaktan akan menyebabkan kejadian RDS," jelasnya.

Bayi prematur dan berat lahir sangat rendah juga menjadi kelompok yang rentan terhadap disbiosis usus (gangguan keseimbangan mikrobiota usus) dan enteropati (penyakit usus). Kondisi disbiosis usus yang diperkirakan menjadi salah satu hal yang memengaruhi kejadian gangguan minum pada bayi prematur.

Baca Juga: Dokter Reisa Bagikan Tips Bagi Bumil yang Hendak Vaksinasi Covid-19, Simak di Sini!

Ketidakseimbangan mikrobiota usus itu akan berakibat peradangan dan berlanjut menjadi sepsis atau infeksi berat pada bayi baru lahir.