Peneliti Temukan Vaksin Moderna Lebih Efektif daripada Vaksin Pfizer

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 07:46 WIB
Peneliti Temukan Vaksin Moderna Lebih Efektif daripada Vaksin Pfizer
Ilustrasi vaksin Covid-19, vaksin Pfizer, vaksin Moderna (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Temuan awal yang diunggah sebelum ditinjau sejawat menunjukkan tingkat efektivitas vaksin Pfizer menurun 42 persen terhadap infeksi virus corona Covid-19 di tengah penyebaran kasus varian Delta. Sedangkan, vaksin Moder mengalami penurunan hingga 76 persen.

Para peneliti di Mayo Clinic dan perusahaan biotek yang berbasis di Cambridge mengunggah studi retrospektif di medrix Minggu ini. Mereka mengambil puluhan ribu tes PCR yang dilakukan oleh Mayo Clinic dan hampir 12 rumah sakit di negara bagian.

Periode penelitian menganalisis sampel berlangsung ari Januari hingga Juli 2021, ketika varian Alpha dan varian Delta menjadi strain virus corona Covid-19 yang sangat umum.

Saat itu, prevalensi varian Delta di Minnesota meningkat dari 0, 7 persen pada Mei menjadi 70 persen pada Juli 2021. Sedangkan, prevalensi varian Alpha menurun dari 85 persen menjadi 13 persen selama periode waktu Penelitian tersebut.

Sementara itu, hasil analisis menunjukkan vaksin Pfizer dan Moderna sangat efektif melawan infeksi virus corona Covid-19, yang mana masing-masing 76 persen dan 86 persen.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (pexels.com)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (pexels.com)

Selain itu, vaksin Pfizer dan Moderna juga efektif menurunkan kasus rawat inap sekitar 85 persen dan 91,6 persen. Kemudian, efektivitas kedua vaksin Covid-19 terhadap infeksi virus corona juga mengalami penurunan pada bulan Juli 2021 masing-masing menjadi 42 persen dan 76 persen.

Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa orang yang suntik vaksin Moderna memiliki risiko mengalami infeksi terobosan atau infeksi virus corona Covid-19 setelah vaksinasi lebih rendah, dibandingkan orang yang vaksin Pfizer.

Terlebih lagi, para peneliti menemukan bahwa penduduk Florida yang suntik vaksin Moderna penuh memiliki risiko infeksi 60 persen lebih rendah dibandingkan dengan penerima vaksin Pfizer.

Di negara bagian sendiri, vaksin Moderna mampu menurunkan kasus rawat inap Akibat virus corona Covid-19 hampir setengahnya dibandingkan vaksin Pfizer. Para peneliti mencatat tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok yang masuk ICU akibat virus corona Covid-19.

baca juga

Perusahaan pembuat vaksin Pfizer pun kembali menemukan tentang perlindungan dan keamanan dua dosis vaksin Covid-19 buatannya. Mereka pun mengatakan penelitian yang lebih kuat sedang berlangsung untuk membuktikannya.

Karena, mereka yakin bahwa vaksin Pfizer buatannya memberikan tingkat perlindungan yang cukup tinggi. Mereka bermaksud membagikan data yang dikompilasi dengan regulator di seluruh dunia dalam beberapa minggu mendatang.

"Vaksin Pfizer tetap manjur dalam mencegah virus corona Covid-19, termasuk varian virus corona Covid-19 yang beredar sekarang ini, termasuk varian Delta. Tidak ada varian virus corona yang bisa lolos dari perlindungan vaksin," jelas pernyataan Pfizer dikutip dari Fox News.

Gregory Poland, profesor kedokteran, penyakit menular dan farmakologi molekuler di Mayo Clinic, mengaku pihaknya sangat berhati-hati untuk tidak menarik kesimpulan mengenai efektivitas vaksin Covid-19 dari studi pracetak.

Sementara itu, penulis studi mengatakan ada beberapa faktor yang diamati di bali perbedaan vaksin Pfizer dan Moderna, termasuk dosisnya.

"Setiap dosis mRNA-1273 (Moderna) memberikan Salinan mRNA protein Spike 3 kali lebih banyak daripada BNT162B2 (Pfizer) yang membuatnya lebih efektif dari respons imun," jelas penulis studi.

Namun, penelitian ini juga memiliki keterbatasan mengenai ukuran sampel dan faktor lain juga bisa memengaruhi temuan terkait penurunan efektivitas vaksin Pfizer dan Moderna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Virus Corona Varian Eta: Seberapa Besar Risiko Penularannya?

Mengenal Virus Corona Varian Eta: Seberapa Besar Risiko Penularannya?

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 20:33 WIB

Virus Corona Covid-19 Varian Eta Terdeteksi di India, Berbahayakah?

Virus Corona Covid-19 Varian Eta Terdeteksi di India, Berbahayakah?

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 07:29 WIB

Sudah 6 Orang di Riau Tertular Virus Corona Varian Delta, Dua Meninggal

Sudah 6 Orang di Riau Tertular Virus Corona Varian Delta, Dua Meninggal

Riau | Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:10 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB