Ferry Irawan Idap Penyakit Langka Distonia, Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 08 September 2021 | 15:11 WIB
Ferry Irawan Idap Penyakit Langka Distonia, Kenali Penyebab dan Gejalanya!
Ferry Irawan [Suara.com/Yuliani]

Suara.com - Baru-baru ini, artis Ferry Irawan menceritakan tentang kondisinya yang menderita distonia. Ia mengatakan distonia ini termasuk penyakit langka yang hanya diderita oleh 1:1.000.000 orang.

Ferry Irawan bercerita penyakit distonia yang diderita olehnya ini mirip dengan penyakit Parkinson atau tremor ketika kambuh. Tubuhnya akan bergerak cukup kencang dan tak terkendali.

"Jadi kalau penyakit ini sudah kambuh itu menyebabkan orang tersebut seperti penderita Parkinson, tremor, tubuh bergerak di luar perintah otak semua," kata Ferry Irawan dalam channel YouTube Melaney Rocardo.

Saat ini, status Ferry Irawan pun menderita distonia stadium 3. Ia mengatakan pergerakan tubuhnya akan seperti orang kejang, tetapi lebih kencang lagi ketika kambuh sehingga kesulitan beraktivitas.

"Boleh dibilang gerakku itu di luar kendali, terus kepala juga jadi sering sengkleh atau miring gini, mulut juga ngeces terus. Jadi, makan nggak akan bisa, nggak bisa aktivitas lagi," jelasnya.

Distonia adalah gangguan yang menyebabkan otot bergerak sendiri tanpa sadar. Gerakan otot ini bisa terjadi pada salah satu anggota tubuh hingga seluruh tubuh.

Ferry Irawan [Suara.com/Yuliani]
Ferry Irawan [Suara.com/Yuliani]

Akibat gerakan otot ini, penderita distonia biasanya memiliki postur tubuh yang aneh dan mengalami tremor. Karena penyakit distonia ini tergolong langka, maka Anda perlu memahami penyebab dan gejalanya.

Penyebab distonia

Sejauh ini dilansir dari Alodokter, penyebab distonia belum jelas. Tapi, ada dugaan bahwa penyakit ini berkaitan dengan kelainan genetik yang diturunkan. Adapun beberapa faktor yang bisa memicu terjadi distonia, antara lain:

baca juga
  1. Gangguan pada sistem saraf, seperti penyakit Parkinson, multiple sclerosis, lumpuh otak, tumor otak, dan stroke
  2. Infeksi, seperti HIV dan radang otak
  3. Penyakit Wilson
  4. Penyakit Huntington
  5. Obat-obatan, seperti obat untuk skizofrenia dan antikejang
  6. Cedera kepala atau tulang belakang.

Gejala distonia

Gejala distonia juga bervariasi pada setiap pasien, tergantung dari bagian tubuh yang terkena. Tapi, gejala umum distonia biasanya, antara lain:

  1. Kedutan
  2. Gemetar atau tremor
  3. Anggota tubuh pada posisi tidak biasa, seperti leher miring
  4. Kram otot
  5. Mata berkedip tanpa kendali
  6. Gangguan bicara dan menelan

Semua gejala distonia itu bisa muncul ketika anak-anak atau sudah dewasa. Gejala yang muncul pada distonia dini biasanya mengenai anggota gerak dan menyebar ke bagian tubuh lain. Sedangkan, distonia yang terjadi lambat biasanya terbatas pada salah satu anggota tubuh, seperti wajah atau leher.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AstraZeneca Kembangkan Obat untuk Penyakit Langka

AstraZeneca Kembangkan Obat untuk Penyakit Langka

Health | Kamis, 26 Agustus 2021 | 22:08 WIB

Mengenal Penyakit Langka Mielitis, Begini Gejalanya!

Mengenal Penyakit Langka Mielitis, Begini Gejalanya!

Health | Kamis, 29 Juli 2021 | 18:00 WIB

Oscar Tabarez, Melatih Uruguay di Usia 74 Tahun dengan Penyakit Langka

Oscar Tabarez, Melatih Uruguay di Usia 74 Tahun dengan Penyakit Langka

Bola | Senin, 26 Juli 2021 | 18:10 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB