alexametrics

Pakar Prediksi Vaksin Covid-19 akan Bernasib Sama Seperti Vaksin Influenza, Ini Maksudnya

Risna Halidi | Lilis Varwati
Pakar Prediksi Vaksin Covid-19 akan Bernasib Sama Seperti Vaksin Influenza, Ini Maksudnya
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Meski telah digunakan di seluruh dunia, penelitian mengenai vaksin Covid-19 masih terus dilakukan.

Suara.com - Meski telah digunakan di seluruh dunia, penelitian mengenai vaksin Covid-19 masih terus dilakukan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperkirakan nasib vaksin Covid-19 akan serupa dengan vaksin influenza yang selalu diperbarui setiap tahun. 

Ketua Tim Advokasi Vaksinasi IDI prof. dr. Iris Rengganis, Sp. PD., menjelaskan bahwa vaksin perlu diperbarui seiring dengan virus yang terus bermutasi setiap saat. Kondisi itu pula yang juga terjadi pada virus influenza.

Namun kondisi tersebut kemungkinan baru bisa terjadi jika status pandemi telah berubah menjadi endemi.

"Untuk Covid-19, vaksin yang kemungkinan juga nanti akan disesuaikan. Sehingga kemungkinan akan seperti influenza yang setiap tahun disesuaikan dengan mutasi dari virus. Mungkin juga covid demikian karena jenis virus RNA itu akan bermutasi terus," jelas dokter Iris dalam webinar TanyaIDI, Minggu (26/9/2021).

Baca Juga: Ginekolog: Tekan Risiko Penularan, Ibu Hamil dan Menyusui Sebaiknya Vaksin Covid-19

Mutasi dilakukan virus agar bisa mempertahankan hidupnya di dalam tubuh manusia, imbuh dokter Iris. Seperti manusia yang bisa mempertahankan dari dengan meningkatkan imun sistem, sementara virus melakukan mutasi. 

"Artinya vaksin yang sekarang, kalau dia sudah mutasi lebih jauh mungkin sudah tidak bisa dikenal lagi. Ini yang sedang dipelajari oleh para peneliti dunia," ucapnya.

Meski nantinya status pandemi Covid-19 berubah menjadi endemi, dokter Iris menekankan bahwa vaksinasi tetap penting. Seperti halnya vaksin influenza yang disuntikkan setahun sekali, terutama di negara yang memiliki musim dingin, pola serupa kemungkinan akan sama terjadi pada Covid-19.

Diakuinya bahwa vaksin bukan berarti mencegah 100 persen orang dari infeksi, sebab sangat bergantung juga dari iman sistem setiap orang. Akan tetapi, vaksin efektif mencegah infeksi jadi lebih ringan dibandingkan tidak divaksinasi.

"Vaksinasi itu lebih untuk mencegah kematian, mencegah perawatan di rumah sakit. Penularan tetap akan terjadi walaupun sudah di vaksinasi, tapi jadi ringan," pungkasnya.

Baca Juga: Jadwal Vaksinasi COVID-19 di Enam Puskesmas Bekasi Sabtu dan Minggu Ini

Komentar