Perlu Perawatan Khusus, Ini 6 Tips Merawat Kulit Bayi Prematur

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 27 September 2021 | 14:31 WIB
Perlu Perawatan Khusus, Ini 6 Tips Merawat Kulit Bayi Prematur
Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Bayi yang lahir kurang dari 37 minggu kehamilan disebut sebagai bayi prematur. Karena lahir kurang bulan, sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh masih belum sempurna, termasuk kulit.

Bayi yang lahir prematur perlu mendapatkan perawatan kulit secara khusus. Sebab kulitnya masih tipis, bahkan terlihat lebih bening karena lapisan lemak masih kurang.

Bayi lahir prematur akan memiliki kulit yang sangat merah. Kondisi tersebut masih terbilang normal, terutama bayi yang lahir sebelum 34 minggu. Kulit tampak merah karena sebenarnya tembus pandang.

Kesehatan bayi justru harus diwaspadai jika sudah sampai usia yang cukup, warna kulitnya masih belum berubah. Terutama jika ada luka dan ruam.

Dikutip dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, berikut perawatan kulit bayi prematur yang tepat:

1. Bayi prematur tidak bisa segera dimandikan
Biasanya bayi prematur bisa mandi dengan persyaratan tertentu, setelah beberapa hari atau dokter menyatakan kondisi bayi sudah stabil. Bayi prematur juga tidak boleh mandi setiap hari. Biasanya cukup 4 hari sekali. Untuk bagian mata, bersihkan menggunakan kapas lembut yang sudah dibasahi air hangat.

Gunakan air hangat suam kuku ketika memandikan bayi prematur. Sabun yang digunakan juga sebaiknya yang lembut dan tanpa busa. Bila perlu, konsultasikan lebih dulu pada dokter.

2. Pakaikan pelembab
Segera sesudah mandi, oleskan kulit bayi dengan pelembab untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.

3. Sering cek popok
Bayi prematur biasanya lebih rentan terhadap ruam popok, untuk itu rajin-rajinlah cek popoknya. Segera ganti jika sudah kotor atau melebihi daya tampung.

baca juga

4. Pakaian bayi harus lembut
Kulit bayi prematur juga rentan terhadap iritasi. Usahakan untuk memakaikan pakaian berbahan katun lembut. Hindari bahan yang terbuat dari serat sintetis.

5. Jangan gunakan gurita
Akan lebih baik bila bayi prematur tidak menggunakan gurita karena pola napas bayi akan lebih dominan pada perut.

6. Segera bawa ke dokter saat bayi infeksi
Segera bawa bayi ke dokter bila sebelum puput, tali pusar mengalami basah, berbau, dan berwarna kemerahan, karena hal ini merupakan tanda infeksi.

Setelah bayi menyusu atau minum dari dot, segera bersihkan area kulit mulut untuk mencegah timbulnya infeksi akibat jamur kandida yang bisa terdapat pada dot atau botol susu yang kebersihannya kurang terjaga.

Selalu perhatikan perubahan yang terjadi pada kulit bayi prematur. Waspadai juga setiap tanda infeksi pada kulit bayi. Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengoleskan salep atau obat apa pun pada kulit bayi prematur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

84 Persen Kamatian Bayi di Indonesia Akibat Lahir Prematur

84 Persen Kamatian Bayi di Indonesia Akibat Lahir Prematur

Sumut | Kamis, 23 September 2021 | 15:05 WIB

Pada Bayi Prematur, Masalah Usus Berpotensi Pengaruhi Otak

Pada Bayi Prematur, Masalah Usus Berpotensi Pengaruhi Otak

Health | Sabtu, 11 September 2021 | 14:43 WIB

Studi: Pemberian ASI pada Bayi Prematur Bisa Bantu Perbaikan Fungsi Jantung

Studi: Pemberian ASI pada Bayi Prematur Bisa Bantu Perbaikan Fungsi Jantung

Health | Selasa, 07 September 2021 | 13:08 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×