Terkait Kontrasepsi, Pria Indonesia Masih Dapat Stigma dan Kesulitan Akses

Rabu, 29 September 2021 | 22:13 WIB
Terkait Kontrasepsi, Pria Indonesia Masih Dapat Stigma dan Kesulitan Akses
Ilustrasi keluarga berencana. (shutterstock)

Suara.com - Kontrasepsi sering kali difokuskan pada perempuan saja. Padahal dalam menunda kelahiran, laki-laki juga memiliki peran yang juga sama pentingnya. 

Dalam merayakan Hari Kontrasepsi Sedunia 2021, DKT berkomitmen memberikan edukasi dan komunikasi kepada masyarakat terkait dengan penggunaan kontrasepsi. Hal ini dinyatakan sendiri oleh pihak DKT dalam Webinar bertajuk #Yuk Berkontrasepsi pada Rabu (29/9/2021).

"Kita berkumpul bersama untuk merayakan hari kontrasepsi sedunia tahun 2021, dan berbicara menegnai kontrasepsi DKT Indonesia dengan bangga telah menjadi pemimpin organisasi pemasaran kontrasepsi sejak lebih dari 24 tahun, kami sudah melayani lebih dari 109 juta pasangan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam berkontrasepsi dan mendukung program KB di Indonesia," ujar President Director DKT Indonesia, Juan Enrique. 

Belakangan ini, DKT Indonesia juga telah mendorong partisipasi aktif pria Indonesia dalam mengambil peran pada kontrasepsi. Para pria didorong untuk menggunakan kondom dan vasektomi dalam kampanye 'Pria Ber-KB itu Keren'.

Menurut Juan, partisipasi kontrasepsi pada pria di Indonesia masih tergolong rendah. 

"Seperti yang Anda ketahui bahwa kesadaran akan kesehatan reproduksi khusunya untuk pria di Indonesia masih sangat rendah, terbukti hanya 3,62 persen laki-laki yang menggunakan kontrasepsi," imbuh Juan. 

Ilustrasi kontrasepsi IUD. (Shutterstock)
Ilustrasi kontrasepsi IUD. (Shutterstock)


Keengganan pria untuk berpartisipasi dalam kontrasepsi di Indonesia juga dipicu oleh berbagai stigma dalam masyarakat. Hal ini dinyatakan oleh Aktivis Perempuan dan Pengamat Isu Kesehaan Reproduksi Indonesia, Kalis Mardiasih. 

"Ada laporan yang menunjukkan sulitnya akses vasektomi untuk laki-laki," ujar Kalis. 

"Ada juga laki-laki yang mengalmi setigma, kaya oh mau KB [laki-laki] karena mau jajan di luar dan sebagainya, ketika ada laki-laki yang mau ber-KB ternyata ya stigmanya masih cukup kuat dan juga belum didukung oleh fasilitas kesehatan yang ada," imbuhnya. 

Baca Juga: Apa Itu Spons? Kontrasepsi Pengganti Kondom untuk Hubungan Intim, Kekurangan dan Kelebihan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI