Jangan Keseringan Lembur, Bisa Terkena Stroke Hingga Kematian

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 17:50 WIB
Jangan Keseringan Lembur, Bisa Terkena Stroke Hingga Kematian
Ilustrasi lembur. (Dok:

Suara.com - Tuntutan pekerjaan terkadang membuat kita perlu bekerja lembur. Tidak jarang yang bekerja tanpa henti bahkan hingga dilakukan.

Tapi, sebaiknya mulai sekarang dikurangi. Karena jika terus dilakukan bisa meningkatkan risiko terkena stroke.

Dikutip dari keterangan yang diterima Suara.com, Jumat, (8/10/2021), studi terhadap 143,952 subjek menunjukkan bahwa sering bekerja lembur berkaitan dengan peningkatan risiko terkena stroke.

Maksud dari sering bekerja lembur di sini adalah bekerja lebih dari 10 jam per hari selama minimal 50 hari dalam satu tahun.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang sering bekerja lembur diketahui memiliki risiko terkena stroke hingga 29 persen lebih tinggi.

Jika kondisi ini dialami hingga 10 tahun atau lebih waktu kerja,risiko terkena stroke meningkat lebih tinggi yaitu dapat mencapai 45 persen lebih besar.

Selain kebiasaan lembur, pola makan dan aktivitas fisik juga mempengaruhi risiko terkena stroke. Menjalankan pola makan sehat dengan memperbanyak bijian utuh, konsumsi buah dan sayur, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh akan bermanfaat. Selain itu, rutin berolahraga minimal 150 menit seminggu juga akan membantu menjaga kesehatan.

"Sering lembur berdampak buruk untuk kesehatan kita, salah satunya meningkatkan risiko stroke. Jangan kebablasan bekerja hingga lembur terus ya kawan, tetap perhatikan kesehatan kamu," Rendy Dijaya, Researcher & Health Educator Nutrifood Research Center. 

Sebuah studi terbaru yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Organisasi Perburuhan Internasional menemukan bekerja 55 jam atau lebih dalam seminggu telah menewaskan 745.194 orang pada 2016.

baca juga

 Ini adalah studi pertama yang menganalisis risiko kesehatan yang dihubungkan dengan panjangnya durasi jam kerja, mengutip Insider, Rabu (19/5/2021).

Hasilnya peneliti mendapati sebanyak 745.194 orang meninggal karena stroke atau sakit jantung, yang berkaitan erat dengan bekerja selama 55 jam dalam seminggu pada tahun 2016. Angka ini naik 29 persen dibanding tahun 2000.

"Bekerja 55 jam atau lebih per minggu adalah bahaya kesehatan yang serius," ujar Dr. Meira Neira, Direktur Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Kesehatah WHO dalam keterangan persnya.

Mirisnya, mayoritas kematian 72 persen dialami laki-laki yang tinggal di kawasan Pasifik Barat dan Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Stroke dan Berita Hits Kesehatan Lainnya

Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Stroke dan Berita Hits Kesehatan Lainnya

Health | Kamis, 07 Oktober 2021 | 09:09 WIB

Bisa Dialami Siapa Saja, Ketahui Empat Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Stroke

Bisa Dialami Siapa Saja, Ketahui Empat Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Stroke

Health | Kamis, 07 Oktober 2021 | 07:54 WIB

Waspada! Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Risiko Penyakit Jantung di Usia Paruh Baya

Waspada! Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Risiko Penyakit Jantung di Usia Paruh Baya

Health | Rabu, 06 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Terkini

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

Transjakarta Masih Rekayasa Operasional Imbas Demo Bundaran HI, 20 Rute Terdampak

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

4 Pelembap Andalan Bikin Wajah Lembap, Skin Barrier Kuat, Sekaligus Cerah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

Siswa Sekolah Rakyat Pimpin Ribuan Peserta Ikrarkan Sumpah Pemuda

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Respon Djarum Setelah Kantor Digeledah KPK Soal Dugaan Korupsi Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

Pimpinan DPR Tegaskan Sekat Parpol Tak Boleh Retakkan Komitmen Menjaga Konstitusi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Sering Makan Enak tapi Jarang Gerak? Anak Muda Juga Perlu Peduli Kolesterol

Sering Makan Enak tapi Jarang Gerak? Anak Muda Juga Perlu Peduli Kolesterol

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Bosan Slasher? Ini 9 Film Folk Horror yang Cocok Ditonton saat Halloween

Bosan Slasher? Ini 9 Film Folk Horror yang Cocok Ditonton saat Halloween

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×