alexametrics

Ngeri! Ini Alasannya Osteoporosis Disebut Silent Disease yang Berbahaya

M. Reza Sulaiman
Ngeri! Ini Alasannya Osteoporosis Disebut Silent Disease yang Berbahaya
Ilustrasi Tulang Kuat cegah osteoporosis. (shutterstock)

Dikenal sebagai penyakit lansia, osteoporosis sejatinya bisa menyerang siapa saja, bahkan kelompok usia dewasa muda. Apa ya penyebabnya?

Suara.com - Dikenal sebagai penyakit lansia, osteoporosis sejatinya bisa menyerang siapa saja, bahkan kelompok usia dewasa muda. Apa ya penyebabnya?

dr. Ricky Edwin Pandapotan Hutapea, Sp.OT(K) dari RS Eka Hospital mengatakan osteoporosis dikenal sebagia silent disease yang berbahya. Sebab, pengidap osteoporosis bisa tidak merasakan apa-apa, lalu mengalami kepatahan tulang begitu saja.

“Osteoporosis merupakan penyakit penurunan massa tulang yang tersembunyi (silent disease) di mana tanda dan gejalanya tidak disadari. Penyakit ini bisa dikatakan “silent disease” karena pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun, hingga suatu saat bisa terjadi patah tulang hingga penurunan kualitas hidup. Namun osteoporosis sebenarnya bisa ditangani melalui pola hidup sehat, konsumsi nutrisi tepat, olahraga yang sesuai, serta deteksi sedini mungkin,” ujar dr. Ricky Edwin, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Tidak hanya lansia, osteoporosis pun rentan menyerang kelompok dewasa muda, terutama mereka yang memiliki gaya hidup dan pola makan tidak sehat.

Baca Juga: 5 Sumber Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Ilustrasi lansia mengidap osteoporosis [Foto: Antara]
Ilustrasi lansia mengidap osteoporosis [Foto: Antara]

Menurut dr. Ida Gunawan, MS, Sp.GK(L), faktor risiko utama osteoporosis memang tetap usia. Namun rendahnya asupan kalsium, antioksidan, dan protein maupun kurangnya aktivitas fisik serta gaya hidup yang kurang sehat juga bisa menyebabkan osteoporosis.

"Sangatlah penting untuk konsumsi nutrisi yang seimbang dan tepat dan juga melakukan gaya hidup sehat, salah satunya adalah dengan tidak merokok, karena asap rokok yang merupakan radikal bebas dapat memperburuk kondisi osteoporosis. Konsumsilah nutrisi yang tepat dan seimbang, misalnya makan makanan yang cukup mengandung protein, vitamin dan mineral seperti kalsium, magnesium, vitamin D, serta makanan yang kaya antioksidan seperti buah zaitun. Makanan bergizi seimbang ini harus ada dalam menu harian kita setiap harinya mulai dari usia muda sampai usia lanjut," tambah dr. Ida Gunawan.

Berbicara tentang nutrisi, sebagai salah satu langkah membantu masyarakat mencegah terjadinya risiko osteoporosis seiring pertambahan usia, Entrasol Gold dilengkapi dengan Pro-Fit Formula, yaitu nutrisi tinggi kalsium dengan ekstrak buah zaitun.

Hydroxytyrosol dalam ekstrak buah zaitun mampu menangkal radikal bebas dan mencegah inflamasi yang dapat memicu risiko terjadinya osteoporosis. Entrasol Gold juga mengandung nutrisi tinggi kalsium & vitamin D untuk membantu mencegah osteoporosis serta menjaga daya tahan tubuh serta dilengkapi dengan omega 3 dan 6, tinggi serat, serta lebih rendah gula.

Selain itu, ekstrak buah zaitun juga merupakan antioksidan alami yang 4x lebih kuat dari Vitamin C. Antioksidan dalam ekstrak buah zaitun juga dapat melindungi sel tubuh dari stres oksidatif, mencegah terjadi oksidasi LDL cholesterol, dan mengurangi potensi
terjadinya penyumbatan aliran darah.

Baca Juga: Gejala Osteoporosis Jarang Disadari, Tahu-tahu Patah Tulang, Yuk Kenali Bahayanya!

"Saat bertambahnya usia, gejala faktor U seperti badan pegal, cepat lelah, tulang sendi kaku, dan berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis serta sarkopenia itu semakin terasa. Oleh karenanya menjelang Hari Osteoporosis Nasional, Entrasol mengadakan rangkaian acara untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga kekuatan tulang lewat nutrisi dan olahraga yang tepat, sehingga walau beraktivitas di rumah saja kita bisa tetap aktif bergerak,” papar Boy Sinaga Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals.

Komentar