Ketua IDI Ungkap Syarat Pandemi Covid-19 di Indonesia Bisa Jadi Endemi

Bimo Aria Fundrika, Aflaha Rizal Bahtiar

Jum'at, 22 Oktober 2021 | 16:50 WIB
Ketua IDI Ungkap Syarat Pandemi Covid-19 di Indonesia Bisa Jadi Endemi
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Suara.com - Pemerintah tengah berupaya untuk mengubah status pandemi Covid-19 di Indonesia menjadi endemi. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Dr. Daeng M. Faqih, dalam acara Halo Talks Spesial Hari Dokter Nasional, Jumat (22/10/2021), mengatakan bahwa dalam upaya tersebut butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk juga masyarakat. 

“Untuk mendorong pandemi ini menjadi endemi di Indonesia, menurut beberapa pakar yang pertama itu syaratnya penularan harus rendah. Bahkan tingkat penularannya di bawah satu,” ungkapnya.

“Kemudian untuk menjadi endemi, positivity rate itu harus jauh di bawah lima persen. Kalau menurut WHO itu kan lima persen, tapi endemi harus jauh di bawah itu,” ungkap Dr. Daeng lebih lanjut.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Daeng juga mengungkapkan bahwa dalam peta jalan transisi pandemi ke endemi, tingkat protokol kesehtan juga mesti ketat.

“Kebiasaan protokol kesehatan itu tidak boleh kendor. Jadi supaya tidak kendor, kemampuan untuk mengedukasi dan mengkampanyekan ke masyarakat itu perlu dilakukan,” ungkap Dr. Daeng.

Dr. Daeng juga menyarankan perlu lakukan kampanye protokol kesehatan lewat via platform digital. Sebab, menurutnya cara itu disebut efektif untuk menyebarkan edukasi kepada masyarakat.

“Untuk saat ini yang paling efektif itu lewat platform digital. Nah, platform ini sangat luar biasa untuk mengedukasi masyarakat supaya prokes tidak boleh kendor,” lanjutnya.

Di sisi lain, berita hoaks pun masih tersebar di masa pandemi., yang di mana perlu edukasi agar masyarakat dapat mengakses informasi lewat sumber yang kredibel.

“Dan itu harus kita manfaatkan lewat platform digital dengan baik, dengan terus menerus memberikan edukasi lewat sumber yang kredibel,” pungkas Dr. Daeng.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FGD: Pariwisata Mulai Ramai, Jogja Bangkit dari Pandemi?

FGD: Pariwisata Mulai Ramai, Jogja Bangkit dari Pandemi?

Video | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Mulai Kerja dari Kantor, Ini 6 Promo ShopeePay Biar Kamu Bisa Lebih Hemat!

Mulai Kerja dari Kantor, Ini 6 Promo ShopeePay Biar Kamu Bisa Lebih Hemat!

News | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 15:57 WIB

Ingatkan Pemerintah Buat Aturan, Golkar: Gelombang Ketiga Pasti Terjadi Kalau Tak Dicegah

Ingatkan Pemerintah Buat Aturan, Golkar: Gelombang Ketiga Pasti Terjadi Kalau Tak Dicegah

News | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 15:31 WIB

Terkini

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×