Virus Corona Varian A.Y 4.2 Terdeteksi di Singapura, Bagaimana Indonesia?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 31 Oktober 2021 | 17:10 WIB
Virus Corona Varian A.Y 4.2 Terdeteksi di Singapura, Bagaimana Indonesia?
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Suara.com - Kementerian Kesehatan menegaskan kalau virus corona SARS Cov-2 varian A.Y 4.2 belum terdeteksi di Indonesia.

Meski begitu, pemerintah terus melakukan pemantauan ketat terhadap proses keluar masuk orang dari luar negeri sebagai tindakan pencegahan.

"Sampai saat ini belum terdeteksi ya. Tentunya penguatan di pintu masuk dengan pemeriksaan PCR 3 kali negatif dan wajib karantina 5 hari bagi pendatang diterapkan bagi pelaku perjalanan luar negeri. Dan terakhir pemeriksaan genom sekuensing untuk semua spesimen yang positif," kata juru bicara Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi kepada suara.com, Minggu (31/10/2021)

Kemenkes juga mengiimbau masyarakat jika tidak ada keperluan mendesak sebaiknya tidak perlu bepergian keluar negeri, terutama negara yang sudah terdeteksi adanya virus corona varian A.Y 4.2.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

"Untuk menunda sampai situasi pandemi lebih baik," tegasnya.

Keberadaan virus corona varian A.Y 4.2 juga masih dalam pelacakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kekuatan subvarian Delta itu akan ditentukan apakah lebih menular daripada jenis aslinya, karena kasus Covid-19 meningkat secara global.

WHO mengatakan kalau varian tersebut telah terdeteksi setidaknya di 42 negara. Dalam pembaruan epidemiologi mingguannya, WHO mengatakan bahwa peningkatan AY.4.2 pengiriman urutan telah diamati sejak Juli lalu.
 
“Studi epidemiologis dan laboratorium sedang berlangsung untuk melihat apakah ada perubahan dalam penularan varian, atau penurunan kemampuan antibodi manusia untuk memblokir virus,” kata WHO, sebagaimana diberitakan SCMP beberapa waktu lalu.
 
Subvarian yang  disebut ‘Delta Plus’ ini juga telah ditetapkan sebagai Varian Dalam Penyelidikan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris.
 
Namun, belum ada bukti bahwa infeksinya menyebabkan penyakit yang lebih parah atau membuat vaksin tidak efektif.
 
Karena itu bukan varian minat atau perhatian, karenanya belum dinamai menurut huruf alfabet Yunani. Badan kesehatan PBB melacak ada sekitar 20 variasi varian Delta.
 
Garis keturunan AY. 4.2 memiliki tiga mutasi tambahan dibandingkan dengan varian Delta asli, termasuk dua di protein lonjakan, bagian dari virus yang menempel pada sel manusia.
 
Sekitar 93 persen dari semua kasus subvarian yang terdeteksi berada di Inggris, menurut data yang diunggah ke inisiatif sains global GISAID.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Masih Anggap Asal Usul Virus Corona Bocor dari Lab, Begini Tanggapan China

AS Masih Anggap Asal Usul Virus Corona Bocor dari Lab, Begini Tanggapan China

Health | Senin, 01 November 2021 | 07:05 WIB

Booster Vaksin Pfizer Cegah Covid-19 Parah dan Kematian, Termasuk dari Virus Corona Delta

Booster Vaksin Pfizer Cegah Covid-19 Parah dan Kematian, Termasuk dari Virus Corona Delta

Health | Minggu, 31 Oktober 2021 | 16:35 WIB

Peneliti: Antidepresan Fluvoxamine Dapat Mengurangi Risiko Covid-19 Parah

Peneliti: Antidepresan Fluvoxamine Dapat Mengurangi Risiko Covid-19 Parah

Health | Minggu, 31 Oktober 2021 | 14:45 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB