Infeksi Kutu Kemaluan, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

Selasa, 02 November 2021 | 13:38 WIB
Infeksi Kutu Kemaluan, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya
Ilustrasi kutu kemaluan. [Shutterstock]

Suara.com - Seperti halnya rambut di kepala, rambut kemaluan juga bisa terkena infeksi kutu. Kutu kemaluan atau kutu kelamin bisa menimbulkan sensasi sangat gatal.

Kutu yang bersarang di rambut kemaluan ini sangat mungkin berpindah ke rambut bagian tubuh lain seperti di area perut, dada, ketiak, hingga area jenggot.

Kutu kemaluan merupakan istilah umum dari parasit Phthirus pubis. Ukurannya hanya sepanjang 1-2 mm dan terlihat berbentuk seperti kepiting. Phthirus pubis menghisap darah sebagai cara ia bertahan hidup.

Parasit ini paling sering ditularkan selama aktivitas seksual sehingga digolongkan pula sebagai infeksi menular seksual. Kontak erat orangtua dengan anaknya dapat pula menularkan kutu tersebut.

kutu kemaluan. (Shutterstock)
kutu kemaluan. (Shutterstock)

Selain itu, bisa juga berpindah melalui sisir, seprai, selimut, handuk, atau pakaian yang terkontaminasi. Biasanya, orang yang memiliki infeksi menular seksual juga memiliki kutu kemaluan.

Pada saat pemeriksaan medis, penegakan adanya kutu di rambut kemaluan bisa dikonfirmasi melalui pemeriksaan visual. Bila terlihat ada Phthirus pubis yang bergerak, maka besar kemungkinan positif memiliki kutu di rambut kemaluan.

Apabila tidak ditemukan kutu dewasa, pemeriksaan mikroskopis biasanya dapat menemukan adanya telur kutu yang menempel pada batang rambut, dekat dengan permukaan kulit.

Kutu rambut kemaluan tidak dapat diatasi dengan obat kutu biasa yang tersedia di apotek atau toko obat. Dikutip dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), ada tiga obat yang biasanya diresepkan oleh dokter.

1. Permetrin

Baca Juga: Bukan Virus Covid-19, Impor Mobil di Negara Australia Terhambat Gara-Gara Kutu, Kok Bisa?

Obat berbentuk krim ini cara pemakaiannya cukup mudah. Oleskan saja ke area yang terkena dan cuci bersih setelah 10 menit.

2. Lindane

Pengobatan ini biasanya diresepkan hanya bila perawatan lainnya tidak berhasil. Karena cukup keras, lindane tidak disarankan untuk wanita hamil atau menyusui, bayi atau anak kecil, dan orang lanjut usia.

3. Ivermektin (Stromectol)

Termasuk obat minum. Hindari mengonsumsi obat ini tanpa resep dari dokter, karena dosis biasanya ditentukan oleh berat badan, kondisi medis, dan respon terhadap pengobatan.

Risiko jika tidak diobati

Jika area rambut kemaluan terus gatal dalam waktu lama, segeralah periksa ke dokter. Kutu kemaluan yang tidak diatasi dapat menyebabkan:

1. Perubahan warna kulit. Pada kulit bisa timbul bintik biru pucat akibat gigitan kutu yang dapat menetap selama beberapa hari.
2. Infeksi sekunder. Jika gigitan kutu digaruk dan menimbulkan luka terbuka, maka rentan terhadap infeksi bakteri.

3. Iritasi di area mata. Anak-anak yang memiliki kutu kemaluan pada bulu mata dapat menderita blefaritis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI